Menu

178 Kasus Gigitan Anjing di Minsel, Schouten: Wajib Hewan Peliharaan di Vaksin

  Dibaca : 50 kali
178 Kasus Gigitan Anjing di Minsel, Schouten: Wajib Hewan Peliharaan di Vaksin
Ciri-ciri anjing gila. Dinas Kesehatan Minsel langsung antisipasi dengan obat vaksin. (ist)

indoBRITA, Amurang – Sejak Januari hingga Mei 2019, terdapat 178 kasus gigitan anjing gila di Kabupaten Minahasa Selatan. Bahkan, satu diantaranya meninggal dunia. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Minsel menganjurkan agar semua hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan yaki wajib mendapat suntikan atau divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minsel dr Erwin Schouten menjawab pertanyaan wartawan www.indoBRITA.co diruang kerjanya, Kamis (13/6/2019) membenarkan hal diatas. ‘’Jadi, yang namanya hewan peliharaan yaitu anjing, kucing dan yaki wajib divaksin. Karena memang, ketiga hewan tersebut sangat rentan dengan rabies,’’kata Shcouten.

Baca juga:  Aplikasi One BIT Kurang Diminati

Schouten menjelaskan, dari khusus gigitan anjing gila dengan jumlah 178 tersebut, pihaknya langsung mengantisipasi obat vaksin. Diakuinya, bahwa vaksin tersebut disediakan Dinas Kesehatan Minsel, tetapi saat dilaksanakan suntikan vaksin dilakukan oleh Dinas Pertanian Minsel Bidang Kehewanan,

‘’Jujur, untuk obat vaksin ada di Minsel. Walau diakuinya, untuk pengadaannya sangat mahal. Akan tetapi, wajib disediakan karena memang harus ada. Jangan nanti sudah ada kasus, baru disediakan obat vaksinnya,’’tegasnya.

Ditambahkannya, bila ada kasus gigitan anjing gila. Maka, warga diminta untuk mencuci gigitan tersebut dengan air lancar dengan memakai sabun. Air tersebut tak bisa putus, namun luka gigitan anjing jangan digosok, biar hanya melalui air dan sabun. Setelah itu, dapat menghubungi Puskesmas terdekat.

Baca juga:  Pemangku Adat Danowudu Tolak Trase Tol di Hutan Aer Ujang

‘’Sekali lagi, 14 hari setelah anjing mati. Kepalanya wajib dibawah ke laboratorium dan diperiksa. Maksudnya, Hewan Penularan Rabies (HPR) jangan sampai menyebar di Minsel. Dikatakannya, terhitung Januari-Mei 2019 kasus gigitan anjing meningkat tajam. Dengan demikian, warga harus selalu waspada dengan kasus-kasus diatas,’’ungkapnya. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional