Menu

Gelar Konfrensi Pers, Polres Minahasa Ungkap Kasus Pembunuhan Dengan 22 Tikaman

  Dibaca : 59 kali
Gelar Konfrensi Pers, Polres Minahasa Ungkap Kasus Pembunuhan Dengan 22 Tikaman

indoBRITA, Minahasa- Polres Minahasa melaksanakan press release atas kasus pembunuhan pada hari senin (24/6/2019) pukul 14:00 Wita yang bertempat diruang maesa Polres Minahasa.

Pelaksanaan press release diawali dengan pengantar oleh Kapolres Minahasa AKBP Deny Situmorang SIK melalui Kabag Ops Kompol Yuriko Fernanda SH SIK mengenai kasus yang ditangani Satuan Reskrim Polres. Selanjutnya Kasat Reskrim AKP Muhamad Fadly menyampaikan soal kronologis kejadian dan upaya pihaknya dalam kasus dengan tersangka lelaki FS alias Nando (23) dan korban Yopi Angkow (56) keduanya warga Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat.

Dikatakannya jika kejadian itu terjadi di Kelurahan Wewelen, Kamis (20/6/2019) sekitar pukul 19.00 Wita.
Usai pengantar dan penjelasan, puluhan jurnalis dari media Elektronik, cetak serta online melakukan tanya jawab bersama Kabag Ops maupun Kasat Reskrim terkait kejadian tersebut.

Pada kesempatan itu juga ditunjukan tersangka bersama barang buktinya oleh Unit 1 Jatanras didampingi Unit Resmob Satuan Reskrim (Buser) Polres Minahasa.

Dikatakan penyidik kronologis kejadian dimana Yopi tewas karena ditikam oleh ponakannya lelaki FS alias Nando (23) sebanyak 22 luka tusukan di Kelurahan Wewelen, Lingkungan 2, Kamis (20/6/2019) malam sekitar pukul 19.00 Wita.
Padahal korban dan tersangka diketahui tinggal serumah di Kelurahan Wewelen karena memiliki hubungan keluarga. Dimana tersangka merupakan ponakan dari istri korban Syultje Sumendap yang juga adalah pelapor dengan nomor laporan LP/268/VI/2019/Sulut/Polres Minahasa, tanggal 20 Juni 2019.

Sebelum kejadian tersangka mendapat info dari warga kalau korban sering menceritakan soal tersangka. Dimana korban sering memberikan uang untuk makan terhadap tersangka. Hal itu diketahui tersangka dari lelaki Stiv ketika keduanya dalam perjalanan pulang dari kebun sekitar pukul 17.00 Wita.

Baca juga:  Gaghana Lantik Kapitalaung Ulu Peliang

Puncaknya ketika tersangka sedang berada di rumah duka tak jauh dari rumah mereka. Saat akan ke warung untuk membeli supermie untuk dibuatnya pada rumah duka di Wewelen dan meneguk miras Cap Tikus. Tersangka melihat korban sedang berada di rumah duka. Selanjutnya tersangka meminta kepada lelaki Stiv untuk mengatakan kepada korban apa yang menjadi pembicaraan keduanya saat dalam perjalanan pulang dari kebun.

Sementara tersangka kembali ke rumah duka dan mengambil sebilah pisau badik serta menyelipkan dibagian pinggang kirinya. Melihat Stiv berjalan mendekati korban, tersangka pun berdiri dibelakang pamannya itu dengan jarak sekitar 3 meter. Kemudian Stiv mengajak korban bercerita didalam rumah duka. Sedangkan korban memanggil tersangka ke dalam rumah dan menanyakan apa yang disampaikan oleh Stiv kepadanya. Dan saat korban berdiri dari kursi yang didudukinya, tersangka langsung mencabut badiknya dengan tangan kanannya dan menikam ke arah bawah ketiak kiri sebanyak 2 tusukan. Korban pun langsung berbalik dan menghadap tersangka dengan mundur kebelakang sambil mencoba menangkis tikaman ponakannya itu secara membabi buta.

Tikaman selanjutnya pun mengenai bagian pergelangan tangan kanan, lengan kanan menembus bagian perut kanan dan juga ke arah perut kanan. Tidak berhenti sampai situ, tikaman selanjutnya mengenai di bagian lengan atas tangan kiri korban sebanyak 3 kali, bagian rusuk kiri 7 tikaman. Bahkan tersangka terus mengejar korban serta kembali menikam mengenai bagian belakang. Ketiga juga korban akan jatuh, tersangka langsung menyambutnya dengan badiknya hingga mengenai bagian bawah mata kanan. Bahkan ketika korban berlari masuk ke dalam rumah, tersangka kembali menikamnya  mengenai bagian belakang sebayak 4  kali.

Baca juga:  Liow Wakili 4 Senator Laporkan Hasil Kunker di Sulut

Aksi penikaman itu tak langsung berhenti, karena saat didalam rumah dengan posisi berhadapan, tersangka kembali menikam hingga mengenai bagian dada kiri korban sebanyak 1 kali. Melihat korban jatuh dan meninggal dunia, tersangka langsung menghentikan aksinya itu.
Bahkan usai beraksi, tersangka langsung ke Mapolres Minahasa dan menyerahkan diri bersama barang bukti.
Dikatakan Kabag Ops, Unit 1 Jatanras dan Unit Identifikasi Sat Reskrim yang mengetahui adanya kejadian itu langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya melakukan olah TKP, berkoordinasi dengan pihak medis rumah sakit Sam Ratulangi Tondano untuk memastikan bahwa korban meninggal karena adanya kekerasan pada tubuhnya.
Ditambahkan Kasat Reskrim jika seketika itu juga pihaknya langsung mengumpulkan barang bukti lainnya serta melakukan pengungkapan.

Sejumlah barang bukti yang diamankan yakni Senjata Tajam jenis pisau badik beserta sarungnya milik tersangka, Kaos berwarnah coklat dengan corak bergaris putih yang berlumuran darah milik  korban, Celana jeans panjang warnah biru milik korban. Selain itu Kaos warna coklat dengan tulisan Fila didepan dan Celana jeans pendek warna biru bersama ikat pinggang milik tersangka.
“Dugaan dari motif pembunuhan ini adalah dendam tersangka terhadap korban karena sering menceritakan apa yang diberikannya. Intinya sakit hati,” tambah Fadli.

Lanjutnya jika kini tersangka telah mendekam di ruang tahanan Mapolres Minahasa guna penyidikan lebih lanjut.
Selain itu polisi menjerat tersangka dengan pasal 340 Sub 338 KUH Pidana. Dengan ancaman hukuman untuk pasal 340 adalah miniman 20 Tahun penjara atau maksimal seumur hidup atau hukuman mati, sedangkan pasal 338 dengan ancaman 15 tahun penjara.(Haris)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional