Menu

Ahmad Basarah : Sejarah Halal Bihalal Bukti Soekarno Bukan PKI

  Dibaca : 238 kali
Ahmad Basarah : Sejarah Halal Bihalal Bukti Soekarno Bukan PKI
Ahmad Basarah dan Theo Sambuaga serta sejumlah senior kelompok Cipayung (foto: ist)

indoBRITA, Jakarta– Wakil Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) RI, Dr. Ahmad Basarah, MH menegaskan bahwa Presiden Soekarno sama sekali tidak terlibat dan bukan PKI.

Salah satu bukti,  yaitu sejarah Halal Bihalal, peran Presiden Soekarno (Bung Karno) ketika menengahi kelompok nasionalis dan agama dalam rapat Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI. Bung Karno juga dengan tegas menolak ketika DN Aidit ingin membubarkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Penegasan itu disampaikan Basarah ketika memberikan ceramah pada Halal Bi Halal Alumni Kelompok Cipayung di Jakarta, Sabtu (22/6/2019), dan lewat komunikasi via telepon pada Selasa (25/6/2019).

Tahun 1948 Indonesia di landa gejolak politik berkepanjangan. Elit politik terus bertengkar, sehingga menyulitkan jalannya pemerintahan.

Melihat situasi ini, pada pertengahan Ramadhan, Bung Karno meminta saran KH Wahab Chasbullah dalam mengatasi situasi politik yang tidak menentu.

“Bung Karno bertanya pada Kiai Wahab bagaimana cara meredakan ketegangan, akibat konflik politik para elit. Kiai Wahab kemudian memberi saran agar dilakukan silaturahmi, “jelas Ketua Alumni PA GMNI ini.

Baca juga:  Publik Percaya Polisi Dibawah Kepemimpinan Idham Aziz mampu Menjaga Kamtibmas selama Pandemi

Namun Bung Karno meminta istilah yang lebih lokal. KH Wahab  Chasbullah mengatakan para elit saling menyalahkan, itu dosa. Agar mereka tidak punya dosa, harus duduk satu meja, saling memaafkan, saling menghalalkan.

Usulan itu diterima, lalu saat Idul Fitri, Bung Karno mengundang seluruh tokoh politik ke istana, duduk satu meja dalam acara Halal BiHalal. Mulai saat itu Halal Bi Halal selalu di laksanakan sampai saat ini.

Dari sejarah ini sangat jelas bahwa Bung Karno bukanlah PKI atau terlibat PKI seperti yang muncul belakangan ini.

“Ada banyak bukti- bukti lain juga. Sepanjang hidupnya Bung Karno tidak pernah berhenti berpikir tentang persatuan bangsa. Berhentilah mencela tokoh bangsa, bila Indonesia ingin maju, ” ujar Basarah lewat telepon.

Baca juga:  Pasca Politik MRT, PDIP Siapkan Basarah Jadi Ketua MPR

Saat ini Indonesia diperhadapkan dengan tantangan masuknya ideologi transnasional, ekstremis agama dan liberalisme  Ideologi ini menyebar lewat kecanggihan teknologi informasi, media sosial. Masuk ke kampus-kampus.

Dengan kondisi ini  Kelompok Cipayung sangat penting keberadaannya menjaga semangat ke-Indonesiaan dari ancaman ideologi luar.

“Kelompok Cipayung sudah sejak awal pendiriannya tanggal 22 Juni 1972 oleh Bang Akbar Tandjung dan kawan-kawan menjadi yang terdepan menjaga negara Pancasila. Saat ini juga kita kembali tegaskan posisi itu, “tegas Doktor Pancasila ini.

Diketahui Kelompok Cipayung berdiri 22 Juni di Cipayung Bogor 1972. Pemrakarsanya adalah Akbar Tandjung dari HMI, Surjadi (GMNI), Binsar Sianipar (GMKI), Kris Sinarkeytimu (PMKRI).

Akbar Tandjung satu-satunya pendiri Kelompok Cipayung yang masih hidup mengingatkan agar Kelompok Cipayung tetap menjaga Indonesia yang dicita-citakan. (drl)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional