Menu

Lagi, Imigrasi Manado Tolak WNA China Masuk Wilayah Indonesia

  Dibaca : 91 kali
Lagi, Imigrasi Manado Tolak WNA China Masuk Wilayah Indonesia
indoBRITA, Manado – Seorang Warga Negara Asing (WNA) berasal dari China bernama Ye Guanzeng ditolak masuk wilayah Indonesia. Ia datang dari Singapura pukul 13.30 WITA dengan menunpang penerbangan Silk Air MI274. 
Petugas Imigrasi di Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat (28/6/2019) menolak pemegang paspor nomor EA4788701 itu dikarenakan beliau memberikan keterangan yang tidak benar.
Supervisor yang memeriksa yang bersangkutan mendalami maksud dan tujuan serta dokumen keimigrasian yang dimiliki sebagai persyaratan masuk wilayah Indonesia. Setelah didalami yang bersangkutan memberi keterangan yang tidak jelas, berbelit-belit serta tidak benar terkait aktifitas, hotel dan tempat yang akan dituju,” jelas Kepala Unit Imigrasi Bandara Sam Ratulangi Manado, Keneth Rompas.
Penolakan ini menjadi yang kedua kalinya dalam sepekan setelah pada hari Rabu, 26 Juni 2019, petugas imigrasi menolak seorang perempuan warga negara China atas nama Zhu.
Adapun untuk masuk wilayah Indonesia, setiap orang asing wajib memiliki paspor dan visa yang sah dan masih berlaku. Visa diberikan sesuai dengan maksud dan tujuan ke Indonesia. Khusus visa, terdapat ketentuan bagi negara-negara tertentu yang dikecualikan dari kewajiban memiliki visa, yakni 169 negara subyek Bebas Visa Kunjungan untuk keperluan wisata atau kunjungan sosial atau budaya.
“Menurut laporan yang saya terima, Ye Guanzeng saat diwawancarai memberikan keterangan yang berbelit-belit dan tidak benar. Hal itu menambah kecurigaan petugas dikarenakan juga yang bersangkutan memiliki visa bisnis dimana perusahaan yang menjamin tidak jelas keberadaannya di Manado,” ucap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Friece Sumolang.
Ditambahkannya, bahwa visa menjadi dasar untuk memberikan izin tinggal bagi orang asing di Indonesia. Petugas tidak akan mengizinkan masuk orang asing yang diduga kuat akan melakukan kegiatan tidak sesuai dengan visa yang dimiliki.
“Oleh karena itu setiap orang asing yang akan masuk wilayah Indonesia wajib mematuhi ketentuan keimigrasian di Indonesia, didalamnya ketentuan terkait visa,” tegasnya.
Diketahui bahwa sejak tahun 2017 hingga saat ini, petugas imigrasi di Bandara Sam Ratulangi telah menolak masuk 11 orang asing dengan rincian 6 orang tahun 2017, 3 orang tahun 2018 dan 2 orang tahun 2019.
Penolakan ini telah sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang menganut prinsip keimigrasian Indonesia menganut asas selective policy atau kebijakan selektif dimana hanya Orang Asing yang memberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum diperbolehkan masuk dan berada di Wilayah Indonesia.
Yang bersangkutan telah dipulangkan ke negara tempat pemberangkatan terakhir dengan pesawat Silk Air MI273 tujuan Singapura pada hari Sabtu tanggal 29 Juni 2019.(sco/*)
Baca juga:  BPK Pantau Pariwisata Sulut
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional