Menu

UKIT YPTK Disegel, Tangel: YPTK Tidak Lagi Bagian GMIM

  Dibaca : 9256 kali
UKIT YPTK Disegel, Tangel: YPTK Tidak Lagi Bagian GMIM
Penyegelan aset asrama (foto:indobrita)

indoBRITA, Tomohon РSuasana haru warnai jalanannya proses penyegelan sejumlah aset GMIM yang dipakai Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) dilakukan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM.

Tangis diiringi nyanyian rohani para mahasiswa, dosen serta pengurus UKIT YPTK itu menambah suasana makin haru.

Tak lepas dari itu, langkah penyegelan tersebut diduga dapat menghentikan langkah rekonsiliasi UKIT yang telah digembar-gemborkan beberapa waktu lalu.

Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina, Kamis (11/7/2019) memimpin langsung jajarannya dalam upaya pengambilan kembali aset GMIM yang telah sekian tahun dikelola UKIT YPTK. Saat akan dikonfirmasi para wartawan, Ketua BPMS GMIM tampaknya menghindar.

Baca juga:  Sompotan Paparkan Program Kota Tomohon di FPPKD

Sekretaris BPMS GMIM Pdt Evert Tangel, turut hadir dan dapat dikonfirmasi membenarkan aktivitas pengambilan aset tersebut sebagai amanat Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) di Likupang November 2018 silam. “SMST 2018 mengamanatkan BPMS untuk mengambilalih aset GMIM yang diduduki YPTK,” paparnya.

Tangel menjelaskan YPTK tidak lagi bagian dari GMIM. “Itu tidak lagi bagian dari GMIM,” akunya seraya menyatakan sudah ada yang diakui yakni Yayasan GMIM Ds AZR Wenas.

Terkait pengambilan aset tersebut, Tangel menyebutkan pihaknya telah 5 kali melayangkan surat pemberitahuan secara resmi kepada pribadi-pribadi yang mengelola YPTK.

Baca juga:  Asisten Administrasi Umum Setda Tomohon Ucapkan Selamat HUT ke-37 GMIM Kakaskasen Maranatha

Aset yang disegel berupa fasilitas ruang kampus, asrama serta rumah dinas dosen dan jalan masuk ke Kampus Bersinar itu telah ditutupi seng.

Sementara Ketua Yayasan YPTK John F Mailangkay mengharapkan penyelesaikan dapat secara prosedural. “Selesaikan itu dengan cara gerejawi,” tukasnya.

Atas kejadian ini, Mailangkay mengajak pihaknya untuk tetap berdoa. “Kalau mereka di sana berdoa, kita juga berdoa. Nanti lihat doa siapa yang terjawab,” tegas dosen yang telah mengajar selama 30 tahun itu. (Slf)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional