Menu

Tradisi dan Adat Jaga Gorontalo dari Pengaruh Paham Radikalisme

  Dibaca : 291 kali
Tradisi dan Adat Jaga Gorontalo dari Pengaruh Paham Radikalisme
Pemateri dalam dialog kebangsaan yang digagas GMNI di Gorontalo (foto: drl/anl)

indoBRITA, Gorontalo – Berbagai upaya terus dilakukan agar provinsi terhindar dari  radikalisme dan terorisme. Walau sampai saat ini aman ‘Provinsi Jagung” tersebut masuk urutan dua daerah rawan terorisme menurut survei  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2017.

Ketua Bidang Agama Forum Komunikasi Pencegahan Terosisme (FKPT), Dr Misfah juga mengakui Gorontalo merupakan wilayah rentan terorisme. Menurutnya perkembangan terorisme berawal dari radikalisme, lalu mengarah pada terorisme.

Ratusan perserta antusias mengikuti dialog kebangsaan (foto:drl/arnl)

Terkait hal tersebut, Senin (22/7/2019), Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Gorontalo, menggelar dialog dengan tema “Menangkal Radikalisme di Gorontalo, Merawat Persatuan dalam Kebhinekaan,”.

Baca juga:  Gedung Cengkih Sario, Bakal Ditempati Dispora Sulut

Ustad Adnan  narasumber dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) memaparkan, Indonesia memiliki banyak perbedaan, baik agama, budaya, bahasa dan lain sebagainya.

Di sisi lain, adanya pemahaman kepentingan agama yang sempit sangat rentan mengarah pada radikalisme.

Untuk itu, semua pihak harus mampu menjaga dan merawat persatuan yang telah diwariskan oleh para pejuang bangsa.

Menurutnya, radikalisme  dalam tataran pemikiran beda dengan tataran gerakan. Pada tataran pemikiran radikalisme bagus karena mengupas akar pemikiran.

Namun dalam tahap gerakan, radikalisme dapat memiliki tujuan mengubah sistem sampai ke akarnya. Itulah yang patut diwaspadai.

Baca juga:  Hebat...!!Dalam Sehari, Jerry Sambuaga Tiga Kali Tampil di TV Nasional

Sementara Hamka Husain, dari Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) menilai,  tradisi dan adat di Gorontalo masih cukup kuat, membuat Gorontalo tetap aman.

“Walau ada potensi persebaran radikalisme, namun kuatnya tradisi dan adat, membuat Gorontalo tetap aman, “ujarnya.

Sedangkan Dedy S Palyama Kepala Bidang OKP Kesbangpol Provinsi Gorontalo mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan dan tidak mentolerir pihak atau kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

Mais Nurdin Ketua DPC GMNI Gorontalo, Selasa (23/7/2019) menjelaskan, dialog tersebut bertujuan memberikan pemahaman pada masyarakat, mencari formula dan rumus tentang pencegahan radikalisme dan terorisme. (don).

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional