Lakukan Penyebaran Hoax di Medsos Tentang Pencurian Anak, ML Klarifikasi dan Meminta Maaf

  • Whatsapp

indoBRITA, Minahasa- Tim Resmob (Buser) Polres Minahasa dibawah pimpinan Kanit Buser Aiptu Ronny Wentu mengamankan seorang perempuan ML alias Mona (35) warga Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat, pada hari Selasa (6/8/2019).

ML alias Mona diamankan karena melakukan penyebaran hoax di medsos tentang adanya dugaan penculikan siswa SD GMIM Tuutu Tondano belum lama ini dan tentunya hal ini sudah sangat meresahkan  masyarakat terlebih pada orang tua.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu SH, mengatakan” Usai diamankan, pelaku langsung digiring ke Mapolres, dan dihadapan petugas Mona mengklarifikasi dan mengaku jika informasi yang disebarkannya tidak benar alias Hoax. Namun menurutnya hal itu dilakukan karena permintaan perempuan JL alias Jilly.

Baca juga:  Jajaran Kejati Sulut Mengikuti Penutupan Rakernas Kejaksaan RI 

“Saya meminta maaf kepada masyarakat pengguna medsos dan pihak kepolisian Polres Minahasa bahwa informasi yang saya sebarkan ternyata tidaklah benar, Saya melakukan hal tersebut disebabkan sudah terlalu panik”. Ungkap Mona.

Dari hasil penyelidikan Polisi bahwa berdasar keterangan Syuli Watani selaku Wali Kelas III keempat siswa yang dihebohkan nyaris jadi korban telah pulang sekolah. Ketika mendengar ada info penculikan, Watani dan penjaga sekolah segera berlari keluar. Ternyata yang dilihat hanya satu unit mobil pick up berjarak kurang lebih 15 meter dari depan sekolah. Dimana mobil itu sering berjualan makanan keliling dan waktu itu ada sejumlah masyarakat yang sedang membeli sehinggga Watani kembali ke sekolah.

Baca juga:  Rangkaian Sertijab Kapolda Sulut Berjalan Lancar, ini yang akan Dilakukan Irjen Pol Nana Sudjana

Sedangkan siswi Kensy Moray dan Arsya Rei menjelaskan bahwa ketika itu mereka memang ingin membuat Prank soal penculikan bagi guru serta siswa lain.

Dengan kejadian ini, Kasubag Humas Polres Minahasa Iptu Ferdy Pelengkahu SH, mengimbau kepada masyarakat agar bijaklah dalam menggunakan media sosial serta jangan sembarang menyebarkan informasi yang tidak benar, sebab bisa terjerat dengan UU IT”. Pungkas Pelengkahu.(Haris)

Pos terkait