Menu

Wagub Kandouw Semangati Sarjana Baru Unsrat

  Dibaca : 218 kali
Wagub Kandouw Semangati Sarjana Baru Unsrat
indoBRITA, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw memberikan motivasi kepada 1.143 wisudawan dan wisudawati Universitas Sam Ratulangi Manado, Kamis (15/8/2019).

Menurut Kandouw, sarjana itu adalah extraordinary people karena hanya 5 persen penduduk Indonesia yang menjadi sarjana.

“Jadi ibarat mata uang satu sisi adalah hak dan satu sisi adalah kewajiban yang satu sama lain tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain. Satu sisi Anda sarjana ekspektasi harapan tuntutan begitu tinggi cari pribadi dari keluarga bahkan masyarakat tapi di sisi lain juga hak Anda ini luar biasa,” ungkap Kandouw saat menghadiri Wisuda Periode I TA 2019/2020 Lulusan Program Doktor, Magister, Pendididkan Dokter Spesialis 1, Profesi dan Sarjana Universitas Sam Ratulangi di Manado, Kamis (15/8/2019).

Baca juga:  Putra Buyungon Sukses di Jakarta, Masa Kecil Senang ‘Batobo’ di Sungai Ranoyapo dan Diberkati Tuhan

Kandouw menuturkan bahwa para keluarga wisudawan dan wisudawati juga harus bangga karena kelulusan dapat diraih setelah sekian lama mengorbankan tenaga, waktu, biaya dan air mata.

“Suatu hal yang wajar dan normal bahkan menurut hemat saya kalau para wisudawan wisudawati dan para keluarga harus berbangga,” tandasnya.

“Tidak ada kata lain selain syukur dan bangga melihat kebesaran kemegahan yang diraih pada hari ini,” sambung Kandouw.

Lanjut Kandouw, jumlah lulusan Unsrat hingga kini berjumlah hampir 90.000 wisudawan. Adapun seluruh kampus di Indonesia menghasilkan 250.000 sarjana setiap tahunnya.

“Kalau 10 tahun berarti dua juta setengah 50 tahun 12 juta setengah kalau bandingkan dengan jumlah penduduk indonesia sekitar 260 juta sarjana di Indonesia ini belum sampai 5 persen ” ujar Kandouw.

Baca juga:  Tanam Bawang Merah di Boltim, Wagub Kandouw Ungkap Ratusan Miliar Dialokasikan untuk Pertanian

Lebih jauh, Kandouw membangkitkan semangat dan optimisme seluruh lulusan Unsrat dalam bersaing mencari pekerjaan.

“Menurut catatan BPS, dari 100 persen pencari kerja yang sarjana itu hanya 17,5 persen yang sisanya itu bukan sarjana anda sudah punya hak previlage, kalau ada 5 orang pencari kerja anda prioritas karena anda mengalahkan 4 orang,” ujarnya.

“Menurut catatan juga perusahaan yang dibentuk tahun lalu juga yang mendapatkan MPWP ijin usaha itu 350.000 sementara sarjana yang dihasilkan cuman 250.000. Logikanya sarjana itu tidak bisa ada yang nganggur,” tutup Kandouw.(sco)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional