Bobol Rumah di Bitung Pakai Ilmu Hitam, Maling Ini Tumbang Ditembak Polisi

  • Whatsapp
tersangka kasus pencurian menggunakan ilmu hitam yang tumbang ditangan Polisi bersama barang bukti.(foto : Ist)

indoBRITA Bitung- JG alias Jab, (36) warga Dusun III Desa Wineru Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara meringis kesakitan dan tumbang setelah dua butir peluru dari Tim Tarsius Polres Bitung mengenai dua kakinya tepat di Hari Kemerdekaan RI ke-74, Sabtu (17/8/19) di perkebunan Rombe Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa.

Jab sebelumnya menjadi buronan Polres Bitung karena menjadi tersangka kasus pencurian dan pembobolan rumah milik seorang PNS Royke Rumampuk di Kelurahan Pinokalan lingkungan III RT 06 RW 03 Kecamatan Ranowulu, Selasa (6/8/19) sekira pukul 02.00 dinihari.

Bacaan Lainnya

Kapolres Bitung AKBP Stevanus Tamuntuan melalui Ketua Tim Tarsius Polres Bitung Ipda Darus Tuegeh yang dikonfirmasi menjelaskan penangkapan Jab sendiri berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/507/VIII/2019/SULUT/Res-Btg, tanggal 06 Agustus 2019 lalu.

Baca juga:  Sasar Blank Spot di Lembeh, Pemkot Bitung Gandeng Infotek Bangun Jaringan Wi-Fi

Dari situ, tim yang melakukan olah TKP berhasil mengungkap identitas tersangka yang ternyata telah melarikan diri ke perkebunan di Rerer Minahasa.

Modus operandi dari pelaku sendiri menurut Tuegeh, sebagai spesialis pencurian pembobolan rumah di malam hari,  tersangka menggunakan Jimat atau ilmu hitam yang diakui sendiri oleh tersangka dalam interogasi.

Pelaku masuk ke dalam rumah lewat dapur kemudian menaiki plafon rumah, setelah dinyatakan aman, pelaku langsung menggasak barang-barang elektronik berupa Handphone dan Laptop.

Selesai mencuri pelaku menjual barang curiannya untuk memperoleh keuntungan pribadi, nah Polisi berhasil menyita barang bukti dari tangan tersangka sejumlah barang elektronik  berupa 1 (satu) Buah Laptop merk AZUS 14 ” warna abu-abu, 1 (Satu) Buah Laptop merk AZUS 14 ” warna Hitam, 1 (satu) buah HP VIVO V9 warna Merah, 1 (satu) Buah Polpet warna putih,  1 (satu) Buah HP VIVO X5 Pro warna putih, 1 (satu) buah HP merk HAMER,  1 (satu) buah HP merk redmi warna putih, 1 (satu) buah HP merk Samsung kecil . 1 (satu) buah HP OPPO type yoyo warna hitam (belum di sita), 1 (satu) HP gran duo warna putih (belum disita), 1 (satu) buah TAB advan (belum di sita), 1 (satu) buah HP OPPO (belum disita), 2 (dua) buah Hardish (belum di sita), 1  (satu) buah jam tangan merk alba (belum di sita),  1 (satu) buah jam tangan.merk ROMEX (sudah di sita), 1 (satu) buah tas carier warna hitam, 1 (satu) buah dompet berisi surat2 penting, Uang tunai Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah) di dalam dompet (sdh habis) dan uang tunai Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) di dalam lemari (sudah habis dipakai.) dengan kerugian total Rp15 Juta.

Baca juga:  Bupati CEP Syukuri 3 Tahun Kepemimpinannya di GMIM Eben Haezer Tumpaan Satu

Pelaku sendiri dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP Sub Pasal 362 KUHP.(yet)

Pos terkait