Lelaki Paruh Baya di Bitung Ditetapkan Sebagai tersangka pembakaran Hutan

  • Whatsapp
Tim penyidik Polres Bitung yang tengah melakukan olah TKP di lokasi kebakaran di hutan Serawet yang berbatasan dengan cagar alam Duasudara.(foto: ist)

indoBRITA, Bitung- Polres Bitung telah melakukan olah TKP kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Serawet Duasudara.

Tim Penyidik juga mengamankan FHK alias Edi (64) , pelaku pembakaran hutan di kawasan hutan dan perkebunan Serawet Kecamatan Ranowulu.

Bacaan Lainnya

“Satu orang yang diduga melakukan pembakaran hutan telah kita amankan. Saat ini sedang diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatan,” ujar Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Taufiq Arifin, Senin (19/08/19) di tengah kerumunan wartawan.

Menurut dia, Edi diamankan pada tanggal 15 Agustus lalu. Saat itu dia dengan sengaja membakar ranting yang menyebabkan hutan ikut terbakar.

Baca juga:  Irjen Pol Nana Sudjana Resmi Jabat Kapolda Sulut

Bukan cuma itu, akibatnya, kebakaran juga masuk Cagar Alam Duasudara. Jadi pelaku tak bisa lagi mengelak dengan perbuatannya. Akibatnya ada 0,16 hektare hutan yang terbakar.

Edi yang beralamat di Kelurahan Danowudu, Kecamatan Ranowulu ini dijerat dengan Pasal 78 Ayat 3 subsidair Pasal 78 Ayat 4 Undang-Undang Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999 dan terancam dipenjara selama 15 tahun.

“Ada juga pasal lain, yaitu Pasal 187 KUHP subsidair Pasal 188 KUHP,” sebut mantan Kapolsek Tikala ini.
Edi sendiri tidak menjalani penahanan di balik jeruji besi, melainkan hanya berstatus sebagai tahanan kota.

“Kita mengedepankan unsur kemanusiaan. Tersangka sedang sakit dan sudah berusia lanjut. Jadi lebih baik tahanan kota tapi terus kita awasi. Lagipula sejauh ini dia masih cukup koperatif,” jelas Arifin.

Sementara itu, Edi kepada penyidik mengakui perbuatannya. Dia membenarkan telah menyebabkan kebakaran hutan di Cagar Alam Duasudara.

Baca juga:  Tim Asistensi Korlantas Polri Cek Kesiapan Pemberlakuan ETLE di Polda Sulut

“Saya tidak tahu kalau cagar alam. Lahan itu saya beli dari kenalan beberapa tahun lalu,” katanya dihadapan penyidik.

Edi juga mengaku tidak bermaksud membakar hutan. Dia hanya membakar ranting dan rumput kering untuk mengusir binatang dari lahan tersebut.

“Di situ sudah saya tanami jagung karena saya pikir lahan milik sendiri. Makanya saya ingin mengusir babi yang sering ke situ dengan membuat asap,” tukasnya.

Tak cuma itu, Edi juga mengaku sempat melakukan pemadaman sendiri. Dia berusaha mematikan api agar tidak menjadi besar dan meluas. Tapi upaya itu gagal sehingga kebakaran hutan tak terelakkan.

Terpisah, Kapolres Bitung AKBP Stefanus Tamuntuan memberikan penegasan. Ia memastikan kasus dimaksud akan diungkap setuntas-tuntasnya.(yet)

Pos terkait