Menu

Dirut PT ABSM Bantah Lakukan Penebangan Mangrove

  Dibaca : 50 kali
Dirut PT ABSM Bantah Lakukan Penebangan Mangrove

IndoBRITA, Manado–Tuduhan bahwa aktifitas PT Anugerah Bumi Sempuh Mandiri (ABSM), di wilayah pesisir Desa Sarawet, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.
Diduga telah melakukan penebangan pohon Mangrove. Hal itu langsung dibantah Frangky Bastian selaku Direktur PT ABSM. Menurut Frangky pihaknya tidak merusak kawasan hutan lindung.

Lanjut Frangky, bahwa lahan yang diberikan pemerintah Kabupaten Minut untuk Hak Guna Usaha (HGU) seluas 62 Ha, dari 100 Ha yang diusulkan.

Seiring perjalanan pembangunan tambak udang tersebut, pihak PT ABSM telah memberikan bantuan kepada sejumlah tempat Ibadah dan membantu pembangun Balai Desa Sarawet meski lokasi pembibitan udang belum beroperasi.

Menyangkut lokasi pembangunan tambak udang, pihak PT ABSM tidak melakukan penebangan magrove seperti yang dituduhkan kepadanya, karena yang mengerjakan awal pembangunan tambak udang ini adalah pekerja yang telah disiapkan oleh oknum hukum tua, waktu itu.

Baca juga:  Diduga Penetapan Tersangka Tak Prosedural, Polres Minut Bakal Dipraperadilan

Sehingga ketika hal tersebut dilaporkan kepadanya, PT ABSM kemudian mengambil alih pekerjaan dan melanjutkan dengan tim yang baru agar proses pengerjaannya benar-benar baik dan berjalan sesuai prosedur yang berlaku dan tidak merusak kawasan hutan lindung.

“Jadi kami tidak mungkin melakukan penebangan magrove, karena pekerja awal dari oknum hukum tua yang menyiapkan. Apa lagi kami tahu pohon tersebut adalah tanaman liar,” ucap Frangky Kamis (29/8/2019).

Pengusaha asal Sangihe tersebut bercerita, tambak udang yang akan dibangun ini akan beroperasi selama 35 tahun, sehingga akan membawah dampak positif bagi masyarakat sekitar yang akan menjadi pekerja di lokasi, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca juga:  Kantor Dewan Minut Mencekam, PNS Ditikam Suami Sendiri

“Kalau tambak udang sudah berdiri dan beroperasi kami yakin masyarakat akan sejahtera,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Minut AKP Nofry Maramis mengatakan, laporan kasus ini kemungkinan akan di SPK karena dokumen yang dimiliki PT ABSM semuanya lengkap, sedangkan pihak terlapor tidak memiliki data dan dokumen jelas.

“Dari penyelidikan dokumen milik terlapor lengkap sedangkan pelapor tidak dapat menunjukan bukti pengrusakan mangrove, sehingga kami akan menggelar kasus ini apakah akan digantikan atau dilanjutkan,” terang Maramis.

Seperti diketahui PT ASBM dilaporkan ke Polres Minut karena diduga pekerja yang dikontrak telah memotong pohon mangrove, namun pihak perusahaan membantah hal tersebut.(hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional