Disnakertrans Sulut Imbau Naker yang Ingin Kerja di Luar Negeri Harus Sesuai Prosedural

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara Erny Tumundo.
indoBRITA, Manado – Pekerja Migran Indonesia asal Sulawesi Utara (Sulut) cukup banyak bekerja di luar negeri. Sesuai data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut tercatat sebanyak 1.300-an PMI.
Jumlah tersebut, kata Kepala Disnakertrans Sulut Erny Tumundo, merupakan PMI sesuai prosedural.
“Kalau yang unprosedural kami tidak memiliki data. Karena mereka tak lewat kami,” ujar Tumundo kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/9/2019).
Dibeberkannya, PMI sesuai prosedural didominasi ke negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).
Rata-rata PMI dari Sulut di ASEAN, plus Hong Kong, Taiwan, Malaysia dan Singapura. Biasanya dikontrak selama 3-4 tahun,” ungkapnya.
Para pekerja tersebut kebanyakan bekerja di sektor pekerjaan profesional. Seperti, supervisior industri atau perusahaan, acounting, enginering, mekanik. Ada juga houseman tapi tidak terlalu banyak,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau tenaga kerja (naker) yang ingin bekerja di luar negeri agar mengikuti prosedural yang berlaku. Ikut lewat agen resmi. Jangan melalui agen abal-abal.
“Untuk yang lewat unprosedural resikonya kalau dapat tangka polisi langsung dideportasi. Kalau tidak dapat tangka tidak akan pernah pulang ke negara asal,” jelasnya.
Adapun, beberapa kesempatan yang dilaksanakan di kabupaten/kota Disnakertrans selalu mengingatkan terkait rekrutmen PMI harus sesuai prosedural.
“Kami bahkan sudah bikin buku saku. Buku itu sampai ke desa dan kelurahan. Tapi, memang selalu diingatkan lagi karena ada kepala desa yang diganti jadi harus berikan lagi buku saku itu,” jelasnya.(sco)
Baca juga:  Sudah Pernah Diterima, OD Kembali Bidik Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *