Pelaku Penganiayaan dan Penikaman Anggota Dit Polair Diamankan di Mapolres Bitung

  • Whatsapp
Kapolsek Aertembaga Iptu Muhammad Hasbi saat memberikan penjelasan terkait penikaman anggota Polisi. (Foto: yefta)

indoBRITA, Bitung- Empat orang pelaku penganiayaan dan penikaman dengan 13 tusukan terhadap Brigadir Hendra Potabuga, anggota Direktorat Polair Polda Sulut, diamankan di Mapolres Bitung, Senin (9/9/19) dinihari.

Kapolsek Aertembaga, Iptu Muhammad Hasbi yang dikonfirmasi di ruangannya menjelaskan, 4 pelaku masing masing berinisial MH alias Marcel (18), JG alias Jordan (20), AK alias Adit dan AM alias Almi (18) semuanya warga Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga.

Bacaan Lainnya

 

“Tiga orang pelaku usai melakukan penganiayaan sempat kabur namun akhirnya menyerahkan diri ke tim Resmob dan Tarsius sementara yang satunya lagi juga menyusul menyerahkan diri,” sebutnya.

Baca juga:  Olly: Pengucapan Gairahkan Perekonomian

 

Peran masing-masing pelaku menurut dia, MH awalnya cekcok dengan korban kemudian memukul duluan selanjutnya tiga orang rekannya membantu menganiaya dan JG alias Jordan mengambil pisau dan menikam korban masing-masing 9 tusukan di belakang dan 4 tusukan di bagian depan.

“Untuk keamanan para pelaku, mereka ditahan di sel Mapolres Bitung dan mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” imbuh Hasbi.

Sebelumnya, Brigadir Hendra Potabuga menghadiri undangan ibadah syukuran rekannya di Kelurahan Tandurusa, tak jauh dari markas mereka.

“Usai ibadah syukuran, skira pukul 23.30 malam korban ini bertemu dengan salah satu pelaku, MH alias Marcel (18) warga Kelurahan Tandurusa juga, mereka cekcok adu mulut,” sebut Hasbi.

Baca juga:  Antisipasi Kenaikan Harga, Lolowang Sidak di Pasar Beriman dan Multimart

Saat cekcok itu, menurut Kapolsek, korban berusaha menghindar dan kembali ke tenda, sayangnya, pelaku Marcel kemudian tetap mendekati korban kemudian memukul korban bersama dengan beberapa rekan pelaku masing-masing JG alias Jordan (20) dan AK alias Adit.

Tak cuma dikeroyok, Jordan menurut Kapolsek, kemudian mengambil pisau dan menikam korban sebanyak 13 kali di sekujur tubuh hingga akhirnya korban tumbang.

Usai melakukan penganiayaan, para pelaku kemudian melarikan diri dan korban dibantu warga dilarikan ke rumah sakit Budi Mulia namun karena luka parah maka dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandou Manado.(yet)

 

Pos terkait