Menu

Aktivis LSM Tengarai Ada Pungli di Pelabuhan Manado, Syahbandar: Ada Bukti?

  Dibaca : 55 kali
Aktivis LSM Tengarai Ada Pungli di Pelabuhan Manado, Syahbandar: Ada Bukti?
Syahbandar Manado, Stanislais Wemly Wetik (Foto: IBC/ADM)

indoBRITA, Manado-Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menduga ada pungutan liar atau pungli terselubung di Pelabuhan Manado. Ketua Gerakan Cinta Bahari (GCB) Mejkel Lela dan Franky Bukarakombang dari LSM Pesisir Sulut menyampaikan dugaan itu setelah mengorek keterangan sejumlah pengelola kapal di tiga pelabuhan yang masuk wilayah kerja Syahbandar Manado.

“Beberapa pemilik dan pengelola kapal mengeluhkan adanya setoran di luar kelaziman. Keluhan mereka itu bisa menjadi pintuk masuk untuk menelusuri kebenaran ada tidaknya pungli di Pelabuhan Manado,” kata Mejkel kepada wartawan di Manado, Selasa (11/9/2019).

Aktivis vokal ini lantas menyebut istilah atau sebutan populis dari pengelola dan pemilik kapal soal setoran di luar kewajaran tersebut. Istilah yang dimaksud adalah setoran atau ‘pelicin’ ke anak negara dan cucu negara.

Baca juga:  Polwan Promoter Siap Menyukseskan Agenda Kamtibmas

“Bayar ke negara (administrasi dan izin, red) menurut mereka itu sebenarnya ringan. Itu dibayarkan langsung ke bank. Namun, bayar ke negara (pimpinan syahbandar) dan anak negara (staf) agak memberatkan,” ucap Mejkel yang dibenarkan Franky.

Selain dari pemilik dan pengelola kapal, keduanya juga mendengar pengakuan dari sejumlah penumpang dan buruh yang bekerja di pelabuhan. “Buruh dan penumpang berharap tak ada pungli,” ujar Franky.

Syahbandar Pelabuhan Manado, Stanislaus Wemly Wetik yang dikonfirmasi membantah adanya pungli. “Kalau ada, mana buktinya? Semua sesuai aturan,” ungkapnya.

Sejak memimpin Pelabuhan Manado, Wemly memberlakukan asas transparansi dan aturan dengan baik. “Sekarang e-billing, mana berani staf melakukan pungli. Semua bisa ditelusuri,” katanya.

Ia mengakui ada pemilik atau pengelola kapal yang tak nyaman dengan pemberlakukan aturan  secara benar. “Semua titik kami tahu. Kelayakan kapal dan kelebihan muatan menjadi perhatian  kami. Jadi kalau yang tak boleh, ya jangan diberi izin,” Wemly menegaskan.

Baca juga:  Adanya Portal Parkir Mesin, Dirut PD Pasar Manado Berharap Tidak Ada Pungli

Pemberlakukan aturan secara benar itu, lanjut dia, justru untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat. Sebagai putera asli Sulut, Wemly ingin menata Pelabuhan Manado menjadi lebih baik.

“Kalau saya tidak bekerja dengan sungguh-sungguh, berarti tidak mencintai kepercayaan yang diberikan dan daerah sendiri. Teman-teman wartawan bisa menilai,” ungkapnya.

Wemly kemudian menyebut kenaikan 120 persen Penerimaan  Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah disetor ke kementerian sejak dia memimpin Syahbandar Manado.  “Sebelumnya hanya Rp600 juta, pada 2018 menjadi Rp1,3 miliar. Tahun ini kami targetkan lebih besar,” katanya. (hng/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional