Jalan Utama Dibongkar Karena Tol, Warga Perum Meyta Dua Bitung Meradang

  • Whatsapp
Spanduk penolakan pembongkaran jalan Tumundo dan jalan Duasudara oleh warga Manembo-nembo Atas dan Sagerat Weru Dua.(foto: ist)

indoBRITA, Bitung- Sebagian warga Kelurahan Manembo-nembo Atas dan Kelurahan Sagerat Weru Dua bahkan warga Perum Meyta Dua meradang karena pembangunan Tol membongkar akses jalan utama yakni Jalan Tumundo dan jalan Duasudara bahkan hingga ke pertigaan menuju Kelurahan Tandeki.
Puluhan warga kemudian memasang spanduk penolakan pembongkaran jalan utama ini di lokasi pembangunan jalan Tol, Rabu (18/9/19).

Edi Lumenta, salah satu warga Perum Meyta Dua yang ditemui mengaku kesal, pembongkaran ini tidak disosialisasikan lebih dahulu sehingga warga kaget.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Pejabat Minsel H2C, Malam Ini Bupati Tetty Gelar Roling

“Yang dibongkar jalan dari Polsek menuju Tandeki, demikian juga jalan dari arah pasar Sagerat menuju Tandeki, ketika melihat gambar perencanaannya, ternyata tidak dibangun jembatan di atas seperti wilayah lain yang akses jalannya diputus karena Tol,” ujar Lumenta.

Aktivis buruh ini juga mengaku, pihak Jasa Marga menyiapkan jalan pengganti yang justru membuat warga sekitar harus memutar jauh.

 

“Kita bandingkan saja dengan Kabupaten Minut yang juga dilewati jalan Tol, sampai jalan kebun juga mereka bangun jembatan di atasnya untuk melintas, nah kenapa di wilayah kami tidak dibangun demikian,” tambahnya.

Lumenta juga mengaku, warga sudah mengumpulkan tanda tangan membangun gerakan menolak pembongkaran dua jalan ini.

Baca juga:  Wawali Mantiri Buka Pelatihan Capacity Building

 

“Di Bitung ini, sedangkan tebang pohon di pinggir jalan saja tidak boleh karena ada Perda, nah, jika jalan utama dibongkar, bagaimana bisa,” tandasnya.

Camat Matuari, Steven Prok yang dikonfirmasi mengaku, dirinya akan berkoordinasi dengan warga.

 

“Kita akan cek dan berdialog dengan warga, setahu saya memang di pertigaan ke arah Kelurahan Tandeki itu, jalannya dibongkar semua karena ada persimpangan Tol dan pihak jasa Marga memang menyiapkan jalan alternatif di dekat Polsek yang jaraknya tidak terlalu jauh dari situ, hanya saja, memang kita masih akan berdialog dulu terkait dengan respon warga ini,” tutupnya.(yet)

Pos terkait