Menu

Video Bupati Boalemo ‘Semprot’ Sekda Viral, Nanang: Wajar, Kinerja Pimpinan OPD Buruk

  Dibaca : 134 kali
Video Bupati Boalemo ‘Semprot’ Sekda Viral, Nanang: Wajar, Kinerja Pimpinan OPD Buruk
Nanang Syawal (foto: Andris Lawani)

indoBRITA, Boalemo-Video Bupati Kabupaten Boalemo, Darwis Moridu emosi dan ‘menumpahkan’ kemarahannya saat pelaksanaan apel Korpri beberapa waktu lalu viral di sosial media. Menariknya, video tersebut menuai respon positif dari berbagai kalangan, salah satu dari tokoh pemuda Boalemo Nanang Syawal.

Ketua LP-KPK ini menilai wajar jika orang nomor satu di Boalemo itu mengultimatum Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Boalemo dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Boalemo.

“Kinerja sejumlah pimpinan OPD memang tidak maksimal. Loyalitas mereka juga perlu dipertanyakan sehubungan dengan pelaksanaan 14 program pemerintahan damai yang digagas Bupati dan Wakil Bupati Boalemo,” kata Nanang kepada indoBRITA di Boalemo, Jumat (20/9/2019).

Indikator ketidakloyalan beberapa pimpinan OPD terlihat dari penolakan mereka dalam pengintegrasian website. Padahal pengintegrasian itu untuk keperluan sinergitas program dan evaluasi progres atas implementasi 14 program yang mereka jalankan.

Baca juga:  Terima Perwakilan Pemprov, Pemkab Boalemo Optimis Dapat B untuk Penilaian Sistem SAKIP 2019

Dengan sistem integrasi itu, dapat dievaluasi setiap saat oleh Bupati, Wabup dan Sekdakab atas progres program sebagai indikator penilaian kinerja dari masing-masing OPD.

“Sejak empat bulan yang lalu Bupati telah menginstrusikan pengintegrasian seluruh SOPD di Boalemo berdasarkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE. Namun, sayang sampai dengan saat ini belum terintegrasi karena ulah oknum pimpinan OPD yang menolak adanya pengintegrasian,” ujar Nanang.

Aktivis vokal ini heran karena yang menolak sistem pengintegrasian tersebut adalah OPD yang sangat strategis menentukan jalannya 14 program damai secara maksimal. Ia mencontohkan Bappeda yang notabene sebagai desainer perencana program, PU sebagai teknis dan BPKAD sebagai budgeting.

Baca juga:  NAP: Merdeka Adalah Tetap Berjuang Mengisi Kemerdekaan

“Perkim dan Pertanian yang juga berkaitan dengan hajat hidup orang banyak menolak. Jadi lima pimpinan OPD ini perlu dievaluasi oleh Bupati,” Nanang menegaskan.

Menurut Nanang, dalam sistem ini semua program yang dijalankan oleh OPD akan terpublikasi pada layar monitor yang dapat dilihat langsung Bupati, Wabup dan Sekda di ruangan mereka masing-masing.  “Wajar jika Bupati Darwis Moridu resah dan marah melihat kinerja kepala OPD sebagai pengguna anggaran dalam pengimplementasian 14 program yang tidak maksimal. Kami sarankan untuk segera dilakukan evaluasi dan mengganti mereka,” kata Nanang. (anl)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional