Polda Sulut Digugat Praperadilan Pemilik Cafe Twelve

  • Whatsapp

Wagiyanto : Penyitaan Minol di Cafe Twelve Sudah Sesuai Aturan

indoBrita, Manado–Pemilik kafe Twelve Wine and Liquor, Vanny Desire Samsu, mengajukan upaya praperadilan kepada Polda Sulut dalam hal ini Direktorat Narkoba, yang diduga telah menyita sejumlah minuman beralkohol secara sepihak.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Samsu melalui kuasa hukumnya Hanafi M Saleh. Menurut Saleh, pada Jumat, (20/09) lalu petugas Kepolisian telah melakukan penyitaan ribuan botol minol berbagai jenis merek di cafe Twelve tidak inprosedural atau tidak sesuai dengan KUHAP.

“Tindakan Polda Sulut melakukan penggeledahan tanpa izin dari Pengadilan Negeri,” tegas Saleh, Selasa (24/09/2019) di cafe Twelve Kelurahan Sario Kota Baru, Kecamatan Sario.

Baca juga:  Polda Sulut Tegaskan Info Pemerasan Terhadap Kapolsek Adalah Hoax

“Jadi Polda Sulut dalam hal ini bidang narkoba , telah melakukan kekeliruan, selain penggeledahan dan penyitaan, upaya hukum pemasangan police line di tempat usaha itu juga dinilai inprosedural,” sambungnya.

Sementara itu, untuk langkah langkah hukum lanjut, Hanafi mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan pra peradilan, di Pengadilan Manado dengan nomor
Nomor 13/Pid.Pra/2019/PN.Mdo. dan sudah didaftarkan. Selain  praper di pengadilan, pihaknya juga akan melaporkan ke pihak propam.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol Eko Wagiyanto, menegaskan bahwa penindakan Ditresnarkoba di cafe Twelve sudah sesuai aturan yang berlaku.

“Apa yang kita lakukan terhadap penindakan minuman beralkohol di salah satu toko, sudah sesuai dengan aturan yang ada pada kepolisian. Kita lalukan berdasarkan KUHAP dan juga Perkap,” kata Wagiyanto.

Baca juga:  Kapolda Ajak Mahasiswa, Berperan Aktif Menjaga Kamtibmas

Katanya lagi bahwa penyitaan harus dilenglapi dengan laporan atau LP, dan itu sudah dilakukan, walaupun dalam pelaksanaannya ada dinamika.

“Dimana dinamika yang terjadi dilapangan, ada yang menerima dan menolak, hal itu kita sudah antisipasi. Dari hasil gelar perkara, dianggap cukup bukti. Saksi-saksi ahli, kemudian berkoordinasi dengan Balai POM, juga dengan bea cukai, sehingga kita optimis dalam satu atau dua minggu ke depan berkas perkara kasus minol ini, bisa kita limpahkan ke Kejaksaan,” tegasnya.

Ia menambahkan mekanisme dari Direktorat Narkoba Polda Sulut ini sudah sesuai dengan prosedur. Pasalnya sudah ada yakni Pasal 106 dengan ancaman 4 tahun.

“Sementara ini kita belum melapis pasal-pasal yang lain, sebab kita masih mendalami, pasal ini hanya pintu masuk,” jelasnya.(hng)

Pos terkait