Parkir Liar Marak di Amurang, Wauran: Bukan Kewenangannya

  • Whatsapp
Parkir Liar Marak di Amurang, Wauran: Bukan Kewenangannya
Lokasi Parkir Liar marak di Amurang. Menariknya, parkir liar hanya untuk pesta miras. (ape)

indoBRITA, Amurang – Komplex Sakura Mart dan Kios Topas Amurang menjadi ajang parkir ‘kurang jelas’ alias KJ. Bahkan, sasaran petugas parkir KJ untuk mendapatkan uang dalam rangka ‘pesta miras’ usai mendapat mangsa dari pemilik kendaraan. Lebih parah lagi, banyak pengendara dimaki-maki karena tidak membayar parkiran. Lebih parah lagi, salah satu pemilik kios sempat bertengkar, karena sore menjelang malam depannya sudah dijadikan tempat miras.

‘’Ya, saya bertanya. Kalau kalian mau pesta miras cari jauh-jauh. Jangan disini, sebab saya lagi berjualan di kios ini. Bagaimana mungkin, tempat usaha kami justru dijadikan tempat miras kalian. Namun, ternyata para petugas liar tersebut justru menyerang salah satu ibu yang berdagang di kios tersebut. Juga, petugas liar diatas sempat ingin memukulnya. Namun, kami tetap bersikeras kalau kami tak mau lokasi berjualannya dijadikan tempat miras,’’kata Jelly Kumaseh, salah satu ibu yang berjualan disalah satu kios.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Galilea Kilometer Tiga Peduli Kasih Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Manado

Jadi, kata Kumaseh, mempertanyakan parkir liar yang setiap hari bergantian orang. Sekali lagi, saya minta penjelasan siapa yang bertanggungjawab hal diatas. Menurutnya, kalau parkir ada penanggungjawabnya silahkan. Tetapi, parkir tidak ada penanggungjawabnya bagaimana.

‘’Sekali lagi, diarea belakang Sakura Mart dan Kios Topas sudah ada taman parkir yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Cita Waya Esa Minsel. Sementara parkir lainnya tentunya adalah liar. Dengan harapan, orang-orang tersebut harus diamankan biar ada efek jerah karena sudah mengatur situasi yang tidak masuk akal,’’sebutnya lagi.

Baca juga:  PG Minsel Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup

Senada dikatakan Imanuel Tapang, warga Tawaang mengaku heran dengan oknum-oknum parkir liar tersebut. ‘’Ya, saya tak mau jadi salah dengan mereka. Kalau hanya Rp 2000 masih sah-sah saja. Tetapi, kalau mereka meminta diatas dari 2000 itu sudah keterlaluan. Akan tetapi, uang tersebut hanya digunakan untuk pesta miras. Olehnya, saya mendukung kalau oknum-oknum diatas diamankan oleh petugas biar pengendara lebih merasa aman,’’jelas Tapang.

Direktur Utama PD CWE Jootje Tuerah melalui Direktur Jacky Wauran mengaku bukan tanggungjawabnya. ‘’Kalau parkir liar di belakang Sakura Mart dan Kios Topas bukan tanggungjawab mereka. Parkir diatas memang liar, hanya saja kami belum bisa membersihkan oknum-oknum diatas. Pasalnya, kami belum ada koordinasi dengan pimpinan serta Sat Pol PP Minsel. Namun demikian, saya akan sampaikan keluhan ini kepimpinan,’’tegas Wauran. (ape)

Pos terkait