Hukum Tua Desa Rerer Diduga Selewengkan Dandes 2018, APH Diminta Periksa

  • Whatsapp

indoBRITA, Minahasa – Hukum Tua Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa berinisial JM alias Manueke, diduga menyelewengkan Dana Desa (Dandes) tahun 2018. Hal ini terendus dari hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulut, telah terjadi kesalahan laporan administrasi dari Desa Rerer. Sehingga menyebabkan potensi penyelewengan Dana Desa 2018.

Tokoh masyarakat Kabupaten Minahasa Jemmy Mewoh meminta aparat penegak hukum bisa masuk melakukan pemeriksaan, sebab ada celah berkaitan dengan temuan Dinas PMD Provinsi Sulut, di mana berpotensi masuk ke ranah tindak pidana korupsi.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Kunjungi SMP N 1, Polsek Kawangkoan Berikan Pembinaan Kepada Siswa Siswi

“Aparat bangun koordinasi bersama pihak terkait Dinas PMD Provinsi Sulut, karena semua data temuan menjadi acuan penegak hukum dengan memanggil Hukum Tua guna penyelidikan,” kata Mewoh, belum lama ini.

Putra asli Desa Tulap Kecamatan Kombi ini menambahkan hasil Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana Desa Rerer 2018 kemungkinan besar tidak sesuai dengan hasil pekerjaan fisik di lapangan. Maka dari itu, Aparat Penegak Hukum (APH), entah Kejaksaan atau Kepolisian diminta pro aktif dengan bertindak cepat.

“Sikap oknum Hukum Tua tidak menunjukan itikad baik, dia ini tidak patut menjadi panutan bagi warga Desa Rerer. Lihat saja ketika ingin dikonfirmasi wartawan menunjukan sikap bak seorang preman,” imbuhnya.

Menurut dia, obyektifnya bukan karena sikap oknum hukumtua yang terkesan arogan namun memang ada masalah serius dengan dana desa di Desa Rerer.

Baca juga:  Hadiri Reuni Akbar SMAN 1 Tondano, Olly Ajak Pertahankan Kerukanan

Penegak hukum harus tindaki ini, apalagi menyangkut ua v negara biar ada efek jera.

“Bupati dan Wakil Bupati Minahasa ROR-RD sekiranya mengevaluasi dana desa yang dikelola oknum Hukum Tua bermental preman ini. Bila terbukti ada tindak pidana korupsi, sebaiknya diberhentikan saja dengan cara tidak hormat,” tukasnya.

Sementara itu, Hukum Tua Desa Rerer seperti dikutip media online, mejahijau.com mengatakan untuk topik dana desa itu enggan memberikan komentar rinci.

“Saya berikan klarifikasi tapi tunjukan dulu KTP kalian berdua. Kalau tidak saya no komen. Sebab saya tau kalian berdua bukan lagi berprofesi wartawan,” tandasnya.(sco/*)

Pos terkait