Smart SIM Diluncurkan, Polres Sangihe Usulkan 1.000 Keping

  • Whatsapp
Kasat Lantas Polres Sangihe Iptu Awaludin Puhi SIK.

IndoBRITA, Sangihe – Pasca diluncurkan program Smart SIM oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) 22 September lalu, langsung ditanggapi cepat oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Sangihe.

Kapolres Sangihe melalui Kasat Lantas Iptu Awaludin Puhi SIK mengatakan, untuk sementara waktu pembuatan Smart SIM hanya dilakukan di kantor kepolisian atau belum bisa dibuat di SIM keliling dan Prosesnya pun sama dengan pembuatan SIM konvensinal.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  HUT Lantas Ke - 64, Satlantas Polres Sangihe Adakan Berbagai Lomba

“Jadi untuk terbitan perdana kami sudah usulkan sebanyak 1000 keping Smart SIM ke Polda Sulut dan SIM sudah bisa cetak di kantor Lantas Polres Sangihe, sudah pakai material Smart SIM yang baru,” ungkap Puhi, saat ditemui Rabu (09/10/2019).

Dijelaskannya pula, material kartu Smart SIM berbeda dengan material SIM lama yang berwarna biru, secara fisik, surat ijin berkendara baru terdapat hologram tiga dimensi dibagian belakanga dan jika digerakan, akan terlihat logo Korlantas dan Polri.

“SIM itu bisa juga digunakan pemiliknya untuk berbelanja di waralaba dengan terlebih dahulu melakukan top-up saldo di dalam kartu maksimal Rp 2 juta,” jelasnya.

Baca juga:  PJ Bupati Minahasa Hadiri Sosialisasi Ketahanan Keluarga Dharma Wanita Persatuan

Namun lanjut Puhi, baru pihak BNI sebagai Himpunan Bank Negara (Himbara) yang bisa digunakanan top-up, bank lainnya sedang dalam proses.

“Smart SIM kartunya yang membedakan materialnya. Smart SIM multiguna, selain identifikasi diri dan kemampuan berkendara, juga bisa digunakan sebagai e-money, e-tol, banknya yang sudah bisa baru BNI,” ujarnya.

Sambungnya, selain merekam identitas diri , smart SIM juga mampu merekam tilang dan data kecelakaan pemiliknya di seluruh Indonesia, sehingga datanya dianggap lebih valid jika pemiliknya melakukan pelanggaran.

“Ada record pelanggaran pengendara dan
kecelakaan, Untuk kontrol pengguna SIM, gunanya untuk mengurangi pelanggaran dan menekan angka kecelakaan,” kunci Puhi. (nty)

Pos terkait