Direktorat Narkoba Polda Sulut Gelar Diskusi Panel tentang Minuman Beralkohol

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado–Direktorat Resnarkoba Polda Sulawesi Utara menggelar Diskusi Panel tentang pengawasan cukai minuman beralkohol dan pendapatan daerah serta implikasinya terhadap dampak sosial bagi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulut.

Diskusi ini dilaksanakan di Hotel Swissbell Maleosan Manado, Kamis (10/10/2019), diikuti oleh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, petani cap tikus, pelajar, mahasiswa, akademisi, LSM/Ormas, pejabat TNI dan Bea Cukai serta personil jajaran Ditresnarkoba.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Kapolda Irjen Pol Mulyatno Ajak Jajaran Korem 131/Santiago Perkuat Soliditas dan Sinergitas

Kegiatan ini dibuka oleh Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Drs. Alex Mandalika, didampingi Direktur Resnarkoba Kombes Pol Eko Wagiyanto dan para PJU Polda Sulut.

“Hasil diskusi ini kita kemas dan bagaimana kita menata sistem pengawasan, juga sistem distribusi. Kelihatan yang lemah adalah sistem pengawasan,” ujar Wakapolda saat diwawancarai.

Lanjutnya, bagaimana kearifan lokal itu, diciptakanlah Peraturan Daerah (Perda) Sulut tentang pengawasan minuman beralkohol. Namun hal ini katanya kadangkala disalahgunakan.

“Kasus yang sering ditangani, contoh, label minuman adalah cap tikus tapi isinya ternyata ethanol. Itu kan dilarang,” jelas Wakapolda.

Baca juga:  Dirresnarkoba Polda Sulut Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Penghargaan

Jadi menurutnya, Kepolisian bukan hanya sekedar melakukan penegakkan hukum tapi yang paling utama adalah bagaimana mengatur pola distribusi dan sistem pengawasn, agar tengkulak/oknum pengusaha yang nakal ini tidak bisa berbuat lagi

“Diskusi ini untuk mencari solusi terbaik, bagaimana pola sistem pengawasan yang kita lakukan secara terpadu,” tandas Wakapolda.

Diskusi Panel tersebut menghadirkan para panelis dari para pamangku kepentingan, yaitu Direktur Resnarkoba Polda Sulut, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Kabid Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Setiawan, Akademisi Unsrat Dr. Shirly Goni, S.Sos, M.Si dan perwakilan petani cap tikus Dr. Fanly Pangemanan, MSi.(hng)

Pos terkait