Menu

Direktorat Narkoba Polda Sulut Gelar Diskusi Panel tentang Minuman Beralkohol

  Dibaca : 64 kali
Direktorat Narkoba Polda Sulut Gelar Diskusi Panel tentang Minuman Beralkohol

IndoBRITA, Manado–Direktorat Resnarkoba Polda Sulawesi Utara menggelar Diskusi Panel tentang pengawasan cukai minuman beralkohol dan pendapatan daerah serta implikasinya terhadap dampak sosial bagi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulut.

Diskusi ini dilaksanakan di Hotel Swissbell Maleosan Manado, Kamis (10/10/2019), diikuti oleh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, petani cap tikus, pelajar, mahasiswa, akademisi, LSM/Ormas, pejabat TNI dan Bea Cukai serta personil jajaran Ditresnarkoba.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Drs. Alex Mandalika, didampingi Direktur Resnarkoba Kombes Pol Eko Wagiyanto dan para PJU Polda Sulut.

Baca juga:  Sekda Bitung Hadiri Perayaan Pra Natal PKB GMIM

“Hasil diskusi ini kita kemas dan bagaimana kita menata sistem pengawasan, juga sistem distribusi. Kelihatan yang lemah adalah sistem pengawasan,” ujar Wakapolda saat diwawancarai.

Lanjutnya, bagaimana kearifan lokal itu, diciptakanlah Peraturan Daerah (Perda) Sulut tentang pengawasan minuman beralkohol. Namun hal ini katanya kadangkala disalahgunakan.

“Kasus yang sering ditangani, contoh, label minuman adalah cap tikus tapi isinya ternyata ethanol. Itu kan dilarang,” jelas Wakapolda.

Jadi menurutnya, Kepolisian bukan hanya sekedar melakukan penegakkan hukum tapi yang paling utama adalah bagaimana mengatur pola distribusi dan sistem pengawasn, agar tengkulak/oknum pengusaha yang nakal ini tidak bisa berbuat lagi

Baca juga:  Lakoro Pimpin RMBI Tuminting

“Diskusi ini untuk mencari solusi terbaik, bagaimana pola sistem pengawasan yang kita lakukan secara terpadu,” tandas Wakapolda.

Diskusi Panel tersebut menghadirkan para panelis dari para pamangku kepentingan, yaitu Direktur Resnarkoba Polda Sulut, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Kabid Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Setiawan, Akademisi Unsrat Dr. Shirly Goni, S.Sos, M.Si dan perwakilan petani cap tikus Dr. Fanly Pangemanan, MSi.(hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional