Menu

Virus ASFV Gegerkan Warga, Ini yang Dilakukan Dinas Pertanian Sangihe

  Dibaca : 120 kali
Virus ASFV Gegerkan Warga, Ini yang Dilakukan Dinas Pertanian Sangihe
Foto : Ilstrsi

IndoBRITA, Sangihe – African Swine Fever Virus (ASFV) atau lebih dikenal dengan Virus Babi Afrika. Virus demam babi yang berdampak terhadap nilai ekonomi akibat kematian babi langsung disikapi pleh Dinas Pertanian Kabupaten Sangihe.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Yatris Tiala. Dikatakannya, pihaknya telah melakukan sosialisasi bagi para peternak.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada peternak babi di Kecamatan Tahuna Barat. Karena disana banyak peternak babi, dalam sosialisasi ini kami mengimbau karena sumber penyebab virus itu dari hasil olahan makanan babi, maka jangan sembarangan memberi makan terhadap babi peliharaan,” ujarnya.

Baca juga:  Masuki Musim Penghujan, Sampah Jangan Jadi Biang Banjir

Lanjutnya juga, telah dilakukan koordinasi dengan TNI AL, agar lebih memperketat pengawasan apabila ada masyarakat yang membawa babi ke daerah Kabupaten Sangihe.

“Sosialisasi juga diberikan kepada pegawai di Dinas Pertanian yaitu para penyuluh, sosialisasi ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi, untuk melakukan kewaspadaan terhadap masuknya virus demam babi,” jelasnya.

Menurut dia, ASFV ini tidak bersifat zoonosis seperti rabies dimana virusnya hanya menular dari babi ke babi. Hanya saja kata dia, virus demam babi ini berdampak terhadap nilai ekonomi akibat kematian babi.

Baca juga:  Tim Resmob Polda Sulut Ciduk Pelaku Kasus Cabul

“Babi ini tidak bersifat zoonosis hanya berjangkit dari babi ke babi. Hanya saja jika virusnya menyerang dalam radius semua babi akan mati. Karena penularanya sangat cepat. Bahkan berpengaruh terhadap nilai ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sangihe Joppy Thungari mengimbau kepada peternak babi, agar tetap menjaga kebersihan.

“Kebersihan itu diutamakan, kandang harus selalu dibersihkan. Bagi peternak juga kiranya dapat menggunakan masker,” singkat Thungari. (nty)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional