Antrian Panjang di SPBU Dikeluhkan Warga

  • Whatsapp
Kabag Ekonomi Johanis Palit.
IndoBRITA, Sangihe – Antrian panjang di SPBU Tahuna kembali menjadi sorotan yang kerap dikeluhkan masyarakat selaku konsumen. Pasalnya, para masyarakat pengguna roda dua (R2) dan roda empat (R4) harus mengantri berjam-jam di SPBU tersebut, bahkan hingga sore dan malam hari.
Menanggapi situasi ini, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setkab Sangihe Johanis Pilat mengatakan hal ini disebakan kebutuhan pengguna BBM sangat meningkat, baik dari angkutan umum, nelayan, dan petani.
“Tentunya sangat diharapkan masyarakat betul-betul menggunakan BBM untuk kebutuhan kerja, karena tidak bisa dipungkiri masih ada aktivitas pengambilan BBM dijual kembali oleh pengecer,” Ungkap Pilat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2019).
Lanjut dia, hal ini perlu koordinasi dari semua instansi teknis terkait, agar dapat melakukan pengawasan terhadap pengedaran BBM yang tidak sesuai termasuk peredaran keluar daerah Kabupaten Sangihe. Pilat menuturkan fenomena antrian di SPBU membuktikan bahwa minimnya sarana penyalur BBM di wilayah Kabupaten Sangihe dan perlu untuk ditambah lagi jangan hanya dua SPBU, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap BBM sangat meningkat.
“Untuk kepentingan pelayanan publik, sesegera mungkin perlu diaktifkan sub penyalur disetiap wilayah kecamatan yang diverifikasi oleh pihak Pertamina, untuk dapat mempermudah pengguna BBM,”tuturnya.
Karena hanya dua SPBU yang melayani pengambilan BBM di wilayah sangihe, hal ini dapat memberi ruang bagi oknum-oknum untuk memperjual belikan BBM dengan harga yang tidak terkendali.
“Sangat perlu disiasati untuk perlu adanya sarana sub penyalur ditiap wilayah kecamatan, penggunaan BBM bisa terkontrol, begitu juga harga yang dibebankan kepada masyarakat sebagai konsumen tidak terlalu tinggi yang berdaampak pada tekanan ekonomi,”tutup Pilat. (nty)
Baca juga:  Dibuat di Bolmut, Reawaya Group Dukung Program OD-SK Bidang Ekonomi Kerakyatan

Pos terkait