Menu

Kisah Minahasa Kuno Disajikan Dalam Pertunjukan I Yayat U Santi

  Dibaca : 121 kali
Kisah Minahasa Kuno Disajikan Dalam Pertunjukan I Yayat U Santi
Pertunjukan I Yayat U Santi : The Story of Minahasa’s Highland Warrior (foto:ist)

indoBRITA, Tomohon – Pelestarian budaya menjadikannya tetap ada atau eksis ditengah zaman modern sekarang ini dan tidak luntur nilai-nilainya oleh perkembangan zaman serta dengan menjunjung tinggi nilai-nilai religius.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyajikan Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) I Yayat U Santi : The Story of Minahasa’s Highland Warrior dengan mengangkat cerita legenda Waraney dari pegunungan Minahasa kuno, lesung Mahatus, berlangsung di Amphitheater Woloan, Sabtu (2/11/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak CA yang menyaksikan pertunjukan tersebut bersama Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan sebuah karya yang sangat kreatif dan memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya daerah khususnya di Kota Tomohon. Pelestarian budaya sangatlah penting khususnya budaya lokal, dimana dengan tetap melestarikan nilai-nilai yang sudah tertanam pada masyarakat sejak lama. “Masuknya budaya asing tanpa adanya filter dan penyeimbang budaya lokal akan berpotensi menghancurkan jati diri anak bangsa,” tambahnya.

Baca juga:  LPKA Tomohon Tunjang Kreativitas Bakat Anak Didik

Banyak kisah di Kota Religius Tomohon ini, kata Walikota dengan mengangkat tema budaya, kedepan kita akan kembangkan kegiatan ini untuk nantinya menjadi daya tarik pariwisata.

Di samping itu, Wawali SAS mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan sebuah karya kreatif yang dilakukan oleh tim IKKON BEKRAF, tentunya pemerintah dan masyarakat akan terus mendukung dan mendorong segala program pelestarian budaya lokal agar tetap tidak terdegradasi oleh perkembangan zaman sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang. “Masyarakat dan Pemerintah sangat mendorong kreasi budaya seperti ini, terlebih indeks pembangunan manusia di bidang pendidikan tertinggi di Sulawesi Utara adalah Kota Tomohon,” pungkas SAS.

Baca juga:  SAS Pemateri di Tribina Kampung KB Pangolombian

Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi, melalui kreatifitas yang di olah dari barang-barang yang sederhana menjadi barang bernilai ekonomi. Sebagai bentuk dukungan Walikota pada kesempatan tersebut mengenakan porong atau topi dari kulit kayu Tayapu dan Syal yang di beri nama Mahwali Scraf.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengembangan Pasar dalam Negeri Yuana Astuti, Kasubid Edukasi Ekonomi Kreatif untuk Publik Mohammad Amin, Kabag Tata Usaha Direktorat Edukasi Amir Hamzah, Mentor Tim IKKON Tomohon Robert Antonius, Kadis Koperasi dan UKM Kota Tomohon Jane Mendur SE, Budayawan, Tokoh Masyarakat, Tokoh adat dan jajaran Pemerintah Kota Tomohon. (Slf)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional