Menu

Ruang Sidang Dikunci, Lumowa Sahkan AKD, FPG ‘Keok’

  Dibaca : 173 kali
Ruang Sidang Dikunci, Lumowa Sahkan AKD, FPG ‘Keok’
Ruang Sidang Dikunci, Lumowa Sahkan AKD, FPG ‘Keok’ indoBRITA, Amurang – Sebagaimana dijadwalkan, Selasa (5/11/2019) melaksanakan rapat paripurna DPRD Minsel yang dihadiri oleh 16 anggota dan dipimpin Wakil Ketua DPRD Minahasa Selatan Stefanus Lumowa, SE minus Ketua JJ Tumbuan dan wakil ketua Poulman Runtuwene. Seperti diketahui, ruang siding paripurna sempat diboikot alias dikunci oleh Sekretariat DPRD. Akan tetapi, dengan segala cara akhirnya pintu bisa dibuka paksa dan akhirnya rapat paripurna berjalan sukses. ‘’Ya, rapat paripurna lanjutan dalam rangka pembentukan/pemilihan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) telah selesai. Walau diakuinya, rapat Senin (4/11/2019) kemarin sempat diskors dengan maksud masih memberikan toleransi kepada Fraksi Partai Golkar (FPG) agar supaya bisa memasukan draf usulan anggota untuk masuk di AKD. Tetapi, sampai pukul 16.00 Wita, rapat baru dilaksanakan tetap FPG tidak terlihat bahkan tak mengusulkan anggotanya untuk masuk dalam jajaran AKD tersebut,’’kata Wakil Ketua DPRD Minsel Stefanus Lumowa, SE saat memimpin siding. Lumowa menjelaskan lagi, bahwa setelah menunggu beberapa jam namun akhirnya FPG tidak terlihat. Maka dengan demikian, rapat dilanjutkan tanpa kehadiran FPG dan FNasDem. Walau, Fraksi NasDem telah memasukan draf usulannya. ‘’Sekali lagi, kami dengan terpaksa, mengingat ke-15 anggota (plus Stefanus Lumowa, SE) sebagai wakil ketua dan menjadi pimpinan siding. Maka, Alat Kelengkapan DPRD Minsel periode 2019-2024 secara resmi disahkan,’’ungkap Ketua DPC PDIP Minsel tersebut. Lanjut lelaki low profil, ditanya setelah rapat paripurna disahkan, maka hasilnya siapa yang akan diundangkan. ‘’Ya, apabila pimpinan DPRD Minsel (Jenny J Tumbuan, SE dan Poulman Runtuwene, ST) serta Kepala Sekretariat DPRD Minsel tak menandatangani. Maka pihaknya akan membawa ke Pemprof Sulut. Yang pasti, konsultasi ke Pemprof Sulut dinyatakan sah demi hukum,’’ sebutnya lagi. Ditambahkan Lumowa, khusus FPG yang sampai rapat paripurna selesai dan tidak memasukan draf usulan nama anggota untuk bergabung di AKD. ‘’Maka, FPG tersebut harus menyesuaikan sebagai anggota. Semua AKD yang ada, khusus FPG hanya sebagai anggota saja,’’tekannya. Ketua Fraksi Demokrat Royke Kaloh menjelaskan, rapat paripurna dalam rangka pembentukan AKD sah demi hokum. ‘’Apabila FPG khususnya merasa tidak puas dengan hasil diatas. Kaloh menyebut, seandainya FPG akan melapor silahkan. Maksudnya, mau lapor dimanapun silahkan. Dan kami (FPD) tak akan diam. Sekali lagi, silahkan FPG lapor demi kelangsungan kalian,’’tukas Kaloh yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Minsel. Sama halnya dengan Ketua Fraksi Prima-Nas Jaclyn Ivana Koloay, SH. ‘’Apapun yang terjadi sebelum rapat. Dimana, secretariat DPRD sendiri terlihat memboikot rapat dengan cara mengunci pintu. Walau kami juga mempunyai akal sehat dan membukanya. Koloay menilai, apabila Sekretariat DPRD tak menerima hasilnya, silahkan lapor. Sekali lagi, kalian tempuh jalur apapun kami anggap salah alamat. Karena apa yang kami lakukan sah demi hokum,’’pungkas Koloay yang juga Sekretaris DPC Partai Perindo Minsel. (ape) ALAT KELENGKAPAN DPRD MINSEL KOMISI 1 Ketua Royke Kaloh Wakil Orwin Tengor Sekretaris Verke Pomantow KOMISI 2 Ketua Rommy Pondaag Wakil Andries Rumondor Sekretaris Jaclyn Koloay KOMISI 3 Ketua Jhonly Ombeng Wakil Wulani Wungow Sekretaris Maritje Lolowang BALEG Ketua Franky JF Lelengboto Wakil Meyvi Karuh BADAN KEHORMATAN Ketua: Saman Katili Wakil: Jerry Pangkey BANGGAR Pimpinan Ketua JJ Tumbuan Wakil Stefanus Lumowa Wakil Poulman Runtuwene Sekretaris Joins Langkun Anggota: Meyvi Karuh Franky JF Lelengboto Elsye Sumual Rommy Pondaag Royke Kaloh Andries Rumondor Abdul Saman Katili Maikel Sengkey Menyesuaikan Golkar BAMUS Pimpinan Jenny tumbuan, Stefanus Lumowa Poulman Runtuwene Sek: Joins Langkun Anggota: Meyvy Karuh Maritje Lolowang Verke Pomantow Jerry Lengkey Wulani Wungow Orwin Tengor Jeclyn Koloay Monalisa Lady Langie Tambahan dari Golkar

 

indoBRITA, Amurang –DPRD Minahasa Selatan (Minsel) menggelar rapat paripurna, Selasa (5/11/2019). Rapat paripurna yang memang sudah dijadwalkan sebelumnya ini menjadi sorotan banyak kalangan karena tidak dihadiri Ketua DPRD Minsel JJ Tumbuan dan Wakil Ketua Poulman Runtuwene.

Seluruh personil Fraksi Partai Golkar (FPG) dan Fraksi Nasdem juga tidak terlihat. Makin jadi perbincangan karena ruangan rapat paripurna sempat dikunci oleh Sekretariat DPRD Minsel.

Namuun, 16 legislator yang hadir bisa masuk dalam ruangan. Rapat paripurna kemudian dipimpin Wakil Ketua DPRD Minsel Stefanus Lumowa.

‘’Ya, rapat paripurna lanjutan dalam rangka pembentukan/pemilihan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) telah selesai. Walau  rapat Senin (4/11/2019) kemarin sempat diskors dengan maksud masih memberikan toleransi kepada FPG agar supaya bisa memasukan draf usulan anggota untuk masuk di AKD. Tetapi, sampai pukul 16.00 Wita, rapat baru dilaksanakan tetap FPG tidak terlihat bahkan tak mengusulkan anggotanya untuk masuk dalam jajaran AKD tersebut,’’kata Lumowa saat memimpin sidang.

Lumowa mengaku sempat mengundur jadwal beberapa jam untuk kehadiran  FPG dan Fraksi NasDem. Namun, dua fraks itu tetap tak datang. Maka rapat dilanjutkan tanpa kehadiran FPG dan Fraksi NasDem. Fraksi NasDem sebelumnya telah memasukan draf usulan anggotanya. “AKD DPRD Minsel periode 2019-2024 secara resmi sudah ditetapkan,’’ungkap Ketua DPC PDIP Minsel tersebut.

Baca juga:  Mimpi Warga Manado Utara Miliki SMA/SMK Segera Terwujud

Ditanya setelah rapat paripurna, Lumowa menjawab akan segera diundangkan. “Apabila pimpinan DPRD Minsel (JJ Tumbuan dan Poulman Runtuwene, red) serta Sekretariat DPRD (Sekwan) Minsel tak menandatangani, maka kami akan membawa ke Pemprov Sulut. Konsultasi ke Pemprov Sulut sah demi hukum,” sebutnya.

Mengenai keberadaan FPG yang sampai rapat paripurna selesai dan tidak memasukan draf usulan nama anggota, Lumowa meminta untuk menyesuaiakan dengan AKD yang sudah dibentuk. “FPG harus menyesuaikan sebagai anggota. FPG tak bisa lagi jadi pimpinan, hanya anggota,” ujarnya.

Penegasan senada disampaikan Ketua Fraksi Demokrat Royke Kaloh.”Rapat pembentukan AKD sudah sesuai mekanisme. Ini sah secara hukum,” ucapnya.

Kaloh mempersilakan FPG untuk melapor atau mengambil langkah hukum jika merasa tidak puas dengan hasil pembentukan AKD. “Silahkan jika FPG mau lapor,” tukas Ketua DPC Partai Demokrat Minsel ini.

Sementara Ketua Fraksi Prima-Nas Jaclyn Ivana Koloay, SH menyayangkan sikap Sekretariat DPRD yang memboikot rapat dengan cara mengunci pintu.  “Kami punya akal sehat dan membukanya,” ungkapnya.

Baca juga:  Portugal Yakin Lewati Chile dan Menangi Piala Konfederasi

Koloay mempersilakan Sekretariat DPRD untuk melapor jika tidak terima dengan langkah yang ditempuh 16 legislator. “Apa yang kami lakukan sah demi hukum,’’pungkas Sekretaris DPC Partai Perindo Minsel ini  (ape)

 

ALAT KELENGKAPAN DPRD MINSEL

KOMISI 1

Ketua Royke Kaloh

Wakil Orwin Tengor

Sekretaris Verke Pomantow

 

KOMISI 2

Ketua Rommy Pondaag

Wakil Andries Rumondor

Sekretaris Jaclyn Koloay

 

KOMISI 3

Ketua Jhonly Ombeng

Wakil Wulani Wungow

Sekretaris Maritje Lolowang

 

BALEG

Ketua Franky JF Lelengboto

Wakil Meyvi Karuh

 

BADAN KEHORMATAN

 

Ketua: Saman Katili

Wakil: Jerry Pangkey

 

BANGGAR

Pimpinan Ketua JJ Tumbuan

Wakil Stefanus Lumowa

Wakil Poulman Runtuwene

Sekretaris Joins Langkun

Anggota:

Meyvi Karuh

Franky JF Lelengboto

Elsye Sumual

Rommy Pondaag

Royke Kaloh

Andries Rumondor

Abdul Saman Katili

Maikel Sengkey

Menyesuaikan Golkar

 

BAMUS

 

Pimpinan Jenny tumbuan,

Stefanus Lumowa

Poulman Runtuwene

Sek: Joins Langkun

Anggota:

Meyvy Karuh

Maritje Lolowang

Verke Pomantow

Jerry  Lengkey

Wulani Wungow

Orwin Tengor

Jeclyn Koloay

Monalisa Lady Langie

Tambahan dari Golkar

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional