Humas Setdaprov Sulut dan Wartawan Kupas Pariwisata

  • Whatsapp
indoBRITA, Manado – Biro Protokol dan Humas Setdaprov Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Media Gathering di Lobi Lantai 2 Kantor Gubernur Sulut, Rabu (6/11/2019). Acara yang dikemas dengan Focus Group Discusion itu mengangkat tema ‘Kesiapan Industri Pariwisata Sulut Hadapi Tourisme 4.O’.
Plt Kepala Biro Protokol dan Humas Setdaprov Sulut Dantje Lantang melalui Kepala Bagian Humas Christian Iroth mengatakan media gathering ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengupas pariwisata Sulut.
“Seperti yang dikatakan Pak Gubernur Olly Dondokambey yaitu bangun pariwisata di Sulut masih banyak kekurangan, tapi jangan sampai kekurangan itu terhenti, tidak dibenahi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang yang menjadi narasumber pada media gathering ini mengakui pariwisata Sulut belum berjalan maksimal.
“Masalah kita untuk pariwisata adalah tentang sumber daya manusia,” tegasnya.
Namun ia optimis pariwisata Sulut akan berjaya sama dengan Bali.

“Pembangunan pariwisata Sulut secara serius baru dikerjakan selama empat tahun terakhir ini. Sedangkan pariwisata Bali sudah berjalan selama 40 tahun. Kami optimis pariwisata Sulut akan terus berkembang,” tandas Mewengkang.

Staf Khusus Bidang Pariwisata, Dino Gobel mengungkapkan pariwisata Sulut melejit karena adanya terobosan oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK).
Sejak 4 Juli 2016 pariwisata menjadi sektor yang menjadi pemicu perbaikan ekonomi. OD-SK mengajak kita memaintenance pasar yang sudah ada. Jangan jadi kembang semusim. Tapi harus repeater. Apa yang akan kita lakukan? Ya itu, revolusi 4.O mulai dari industri kecerdasan buatan,” bebernya.
Gobel yang juga merupakan wartawan senior ini menambahkan revolusi 4.O sudah harus diikuti.
Data menyebutkan 1 miliar lebih melakukan traveling. Khusus di pasar China diperkirakan ada 300-400 orang. 70 persen termasuk pasar China mengandalkan smartphone, interneting. Apa keistimewaan pasar 4.0? Wisatawan akan sangat mudah mengakses informasi tentang destinasi melalui internet,” ungkapnya.
Ia menyebutkan keseriusan OD-SK membangun pariwisata Sulut harus disupport seluruh masyarakat.
“Memang masih ada yang bilang pariwisata tak berdampak ke masyarakat. Itu relarif. Saya beberapa kali turun ke lapangan, menyebutkan pendapatan berubah naik saat adanya turis dari luar yang melonjak ke Sulut. Jadi, itu kembali lagi ke masyarakat. Apakah mereka memiliki semangat sama seperti pak OD-SK berikan untuk kemajuan pariwisata,” tukasnya.

Narasumber lainnya, Ketua Asita Sulut Merry Karaouwan menjelaskan di era tourism 4.0, seluruh pelaku pariwisata harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan terus berinovasi dalam meraih pangsa pasar.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Narasumber di Rakornas Pariwisata III, Olly Paparkan Keberhasilan Datangkan Wisatawan ke Sulut

“Industri pariwisata Sulut sudah siap dengan perkembangan di era tourism 4.0. Sebab, menghadapi realita 4.0 adalah sebuah keniscayaan. Meski demikian bukan berarti offline terpuruk. Tinggal bagaimana kita mengemas ide agar pariwisata itu hidup,” ungkap Merry.

Selain mereka, adapula narasumber lainnya yang hadir, GM Sintesa Peninsula Hotel Manado I Putu Anom Dharmaya serta pelaku pariwisata dari Safari Tour Jeremy Barens, Hartini dari Tasik Ria, di mana usai bawakan materi dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab.

Para kuli tinta merespon positif media gathering tersebut. Banyak pertanyaan yang keluar dari wartawan yang biasa ngepos di Kantor Gubernur Sulut itu atau lebih dikenal dengan Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS). Tak hanya pertanyaan, tapi juga saran dan masukan dilontarkan media untuk kemajuan pariwisata Sulut.(sco)

Pos terkait