Menu

Sulut Ikut Gerakan Sehari Belajar di Luar Kelas

  Dibaca : 84 kali
Sulut Ikut Gerakan Sehari Belajar di Luar Kelas
indoBRITA, Manado – Indonesia ikut memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada tanggal 20 November. Berbagai kegiatan dilaksanakan, diantaranya di tingkat global setiap tahunnya dilakukan suatu gerakan yang diberi nama Outdoor Classroom Day (OCD) atau Sehari Belajar di Luar Kelas (SBLK).
Indonesia telah berpartisipasi dalam SBLK sejak 2017. Pelaksanaan SBLK di Indonesia diintegrasikan ke dalam program Sekolah Ramah Anak (SRA). Hal ini selaras dengan arahan Presiden yang meminta agar sekolah melakukan lebih banyak proses pembelajaran di luar kelas dari pada belajar di dalam kelas.
“Melalui kegiatan SBLK, saya berharap anak Indonesia yang berada di semua satuan pendidikan dapat merasakan proses belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini tetap sebuah proses belajar namun dilakukan di luar kelas dengan banyak sekali kegiatan yang lebih baik dalam membentuk karakter dan perilaku serta pembiasaan yang positif bahkan termasuk mendukung kebudayaan dalam bentuk permainan tradisional,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam acara Sehari Belajar di Luar Kelas di SMP Kristen Harapan, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, (7/11/2019).
Menteri Bintang menambahkan dalam kegiatan ini anak melakukan kegiatan fisik yang menyenangkan, belajar sportifitas dalam permainan tradisional.
“Saya berharap agar permainan tradisional ini dapat terus dilakukan oleh anak-anak sehingga mereka dapat terhindar dari ketergantungan pada gawai dan anak akan jauh lebih sehat,” tambah Menteri Bintang.
Pelaksanaan SBLK 2019 diikuti oleh seluruh satuan pendidikan, terutama yang telah berkomitmen menuju SRA sebanyak 22.170 sekolah dengan jumlah murid sekitar 2 juta murid dari semua jenjang pendidikan yang dilakukan sekitar 3 jam di masing-masing sekolah. Fokus pelaksanaan SBLK 2019 di 9 titik pantau, yaitu; Sulawesi Selatan (Kab. Bantaeng), Jawa Timur (Kab. Bojonegoro dan Kab. Tuban), Lampung (Kab. Pringsewu), Sulawesi Utara (Kab. Minahasa), Maluku Utara (Kota Ternate), Nusa Tenggara Timur (Kab. TTS), DI Yogyakarta (Kab. Kulon Progo), dan Jawa Barat (Kota Bandung).
“Pelaksanaan SBLK tahun ini akan lebih semarak dari tahun sebelumnya, di mana ada 10 nilai yang ditanamkan pada setiap murid selama 3 jam tersebut, yaitu pendidikan karakter, kesehatan, iman dan taqwa, gemar membaca, adaptasi perubahan iklim, peduli dan cinta lingkungan, melestarikan budaya, cinta tanah air, sadar bencana, dan mau dan berkomitmen mendukung SRA,” ujar Menteri Bintang.
Sementara itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rossalin mengungkapkan Indonesia pertama kali mengikuti SBLK pada 2017 dan menjadi terbaik kedua setelah Inggris berdasarkan jumlah sekolah yang mengikuti SBLK dan beragam tema yang dilakukan dalam pelaksanaannya.
“Untuk pelaksanaan SBLK tahun 2019 Indonesia telah memiliki aplikasi sendiri untuk pendaftaran kegiatan SBLK yaitu melalui aplikasi “Pentas Anak” yang dapat diunduh melalui Google Play Store. Ke depan, diharapkan kegiatan SBLK dapat diikuti lebih banyak lagi satuan pendidikan dari semua jenjang. Tentunya hal ini sebagai upaya mewujudkan pemerataan SRA di Indonesia sekaligus meningkatkan nilai-nilai yang ditanamkan pada setiap murid. Setiap sekolah juga dapat melakukan SBLK tidak hanya pada tanggal 7 November tetapi bisa setiap minggu, atau setiap bulan, karena dampaknya sangat positif bagi murid,” tutur Lenny.
“Semoga dengan kegiatan SBLK tahun ini akan semakin mendorong sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar yang lebih menyenangkan dan porsi belajar diluar kelas dapat lebih diperbanyak lagi sesuai dengan himbauan Presiden. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak-hak anak terutama melindungi anak selama berada di sekolah. Keberhasilan SRA mendukung terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA) yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030,” tutup Menteri Bintang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Sulut Mieke Pangkong mengatakan untuk Sulut diadakan di SMK 1 Negeri Sonder Kabupaten Minahasa, Kamis (7/11/2019).
Kata dia, kegiatan yang dihadiri oleh Asdep Pemenuhan Hak Anak atas pengasuhan keluarga dan lingkungan KPPA Rohika Kurniadi Sari dan instansi terkait itu berlangsung sukses dan memberikan dampak positif terhadap siswa-siswi untuk dapat memenuhi, menjamin, dan melindungi hak anak.
“Serta memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak mempersiapkan sekaligus bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, dan bekerja sama untuk kemajuan dan semangat perdamaian,” jelasnya.(sco/*)
Baca juga:  Papua Dapat 10 Persen Saham Freeport
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional