Tak Ada Ikatan Kerja, Wakil Rakyat Manado Anggap Beasiswa Rp2,35 Miliar untuk Tiga Mahasiswa Sia-sia

  • Whatsapp
Rosalita Manday (kanan) bersama Jeane Laluyan (tengah) dan Jein Sumilat (Foto: JB/Ist)

indoBRITa, Manado-Bantuan beasiswa senilai Rp2,35 miliar untuk tiga mahasiswa menjadi kupasan sejumlah personil Badan Anggaran (Banggar) DPRD Manado pembahasan lanjutan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) KUA-PPAS 2020, Senin (11/11/2019). Bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Manado untuk tiga penerima yang akan mengeyam pendidikan di Sampoerna University tersebut dianggap terlalu besar.

“Tak ada ikatan kerja dengan penerima beasiswa. Artinya setelah selesai kuliah, penerima beasiswa bisa bekerja di mana saja. Mengingat nominalnya cukup besar, saya pribadi menganggap bantuan beasiswa ini sia-sia,” kata personil Banggar, Rosalita Manday.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Di Mata Akademisi Unsrat, Lumimuut Minahasa Ini Layak Pimpin Minduk

Politisi PDIP ini menilai lebih tepat jika beasiswa sebesar itu untuk pelajar kurang mampu, namun punya prestasi yang layak dibanggakan. “Banyak pelajar dari keluarga kurang mampu , tapi punya semangat dan prestasi baik di dunia pendidikan. Mereka ini layak diberi beasiswa,” ucap Rosalita.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) Jurani Rurubua pun mempertanyakan soal ini. “Anggaran yang diterima cukup besar, namun penerima tidak punya kewajiban untuk kembali bekerja melayani masyarakat di Pemerintah Kota Manado. Ingat masih banyak,” ucap Rani, sapaan akrab Wakil Ketua DPD PSI Sulut ini.

Seperti rekannya, Jurani setuju bantuan beasiswa itu lebih baik diberikan kepada pelajar atau mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. “Ingat masih banyak yang lebih membutuhkan bantuan untuk bersekolah dan melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Baca juga:  Ini Misi Poltekkes Kemenkes Manado di Kepulauan Sangihe

Sementara Jimmy Gosal merasa janggal dengan anggaran sebesar itu hanya diberikan kepada tiga orang untuk kuliah di Sampoerna University. “Harus ada penjelasan yang masuk akal serta peruntukan yang benar bagi biaya sebesar itu karena yang digunakan adalah uang milik rakyat Manado sehingga yang dibiayai pun harus mau kembali untuk melayani masyarakat Manado,” katanya.

Soal sorotan sejumlah personil Banggar tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Daglan Walangitan mengatakan pemberian bantuan beasiswa itu adalah bagian kesepakatan antara antara pemerintah dan Sampoerna University.

“Sebenarnya yang menerima beasiswa untuk kuliah di Sampoerna University ada enam orang. Tetapi yang mendapat dukungan bantuan pemerintah hanya tiga orang sementara sisanya dibiayai langsung oleh Sampoerna University,” katanya. (ewa/adm)

Pos terkait