Gempa Beruntun, Warga Kema Mengungsi


IndoBRITA, Minut-Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 magnitudo yang melanda Sulut dan berpotensi tsunami, Jumat 15 November 2019, sekitar pukul 00.15 Wita dini hari, masih dirasakan hingga saat ini.

Bahkan dari hitungan goyangan gempa yang terjadi sudah berlangsung sebanyak kurang lebih 81 kali dengan kekuatan yang berbeda. Menghindari hal yang tidak diinginkan, sejumlah warga memilih untuk mengungsi.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Polisi Amankan RP, Tersangka Pembunuhan di Desa Tatelu

Seperti yang terpantau di Desa Kema III Kecamatan Kema, ratusan warga memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dikarenakan dampak gempa-gempa susulan tersebut memicu peringatan tsunami.

“Bukan hanya Kema III saja, tapi hampir sebagian warga Kema memilih untuk mengungsi, terlebih saat ada peringatan tsunami,” tutur Rahmi salah satu warha yang mengaku mengungsi sejak subuh.

Sementara itu, Camat Kema Filma Antony SH saat dikonfirmasi terkait mengungsinya warga masih belum bisa memberi keterangan lengkap.

“Saya masih di lapangan denga Kadis BPBD sekaligus memberikan arahan kepada para pengungsi,” singkat Antony.

Baca juga:  Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel, Polres Minsel Gelar Simulasi Alarm Stelling

Ada berapa titik yang menjadi lokasi mengungsi warga, masing-masing Gunung Kayu Putih, Lansot, Tontalete, Kauditan, Minawerot, dan Perum Lumoring.(rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *