Menu

OD-SK Ingin Kembalikan Kejayaan Perkebunan Sulut, Ini yang Dilakukan

  Dibaca : 75 kali
OD-SK Ingin Kembalikan Kejayaan Perkebunan Sulut, Ini yang Dilakukan
Diskusi tentang perkebunan, yang diprakasai Biro Protokol dan Humas Setdaprov Sulut, Jumat (15/11/2019) di Lantai I Kantor Gubernur Sulut.
indoBRITA, Manado – Biro Protokol dan Humas Setdaprov Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar media gathering. Kali ini, instansi yang dipimpin Dantje Lantang itu mengangkat tema tentang ‘Optimisme Kebangkitan Kembali Perkebunan Sulut’. Kegiatan yang dirangkaikan dengan FGD ini dilaksanakan, Jumat (15/11/2019) di Lobi Lantai I Kantor Gubernur Sulut.
Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut Refly Ngantung sebagai narasumber pada kegiatan itu mengatakan penyelenggara sangat tepat menggelar diskusi tentang perkebunan.
“Ini titik awal agar perkebunan Sulut kembali berjaya,” kata Ngantung.
Ia menuturkan komoditi perkebunan, yaitu kelapa, cengkeh dan pala merupakan komoditi ekspor yang sangat seksi. Sebab, komoditi tersebut terkenal hingga luar negeri.
Komoditi ekspor komoditi industri sejak jaman penjajahan sampai sekarang dikenal Sulut sebagai Nyiur Melambai. Jadi ada beberapa komoditi di Sulut tak dimiliki daerah lain. Perkembangan secara pesat kelapa hanya dikenal Sulawesi dan Maluku tapi sekarang sudah ada hampir seluruh Indonesia,” ungkap Ngantung.
Dikatakannya, harga khusus kelapa mengalami penurunan diakibatkan saat ini minyak nabati dunia dihasilkan oleh enam jenis minyak, diantaranya kelapa dan sawit. Inilah yang membuat harga pasar dunia mengalami perubahan.
“Kalau dulu hanya minyak kelapa. Tapi sekarang sudah berbeda,” ungkapnya.
Gejolak harga dunia membuat minyak kelapa mengalami penurunan, menjadikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) melalui Dinas Perkebunan Daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi harga komoditi.
Solusinya kita akan tingkatkan konsumsi dalam negeri karena ekspor lesu. Alat pengolahan minyak kita sarankan petani mengolah kelapa menjadi VCO. Kita optimisme pasti petani tak bataria,” bebernya.
Sesuai instruksi pimpinan akan dicari investor untuk menjaga harga komoditi tetap stabil, bahkan mengalami kenaikan.
Upaya kita bagaimana protek petani dari sisi harga memang agak sulit, kita mencari pemodal siapa bisa investor sehingga ketika harga turun ada penyangganya,” janjinya.
Birokrat yang low profile ini menambahkan tolak ukur untuk membuat petani sejahtera adalah tingkatkan produksi dan tingkatkan harga komoditas.
Mendapatkan harga layak bagaimana? Kita naikan produksi dan harga itu, maka kesejahteraan akan naik. Tapi, saat ini produksi sudah berkurang,” sindirnya.
Hal yang sama juga akan diterapkan untuk meningkatkan komoditi cengkeh dan pala.
“Jalan keluarnya adalah pertama membangun sumber daya manusia. Tingkatkan kapasitas kemampuan petani. Tinggalkan budaya malas, kita membangun semangat kerja dan daya saing,” jelasnya.
Selanjutnya, instansinya melakukan versifikasi produk. Ia mencontohkan kelapa, ada banyak produk turunannya yang bisa dimanfaatkan.
“Terkahir, diversifikasi komoditi, kita manfaatkan lahan. Contohnya jika ada lahan 1 hektar kita bisa tanam kelapa, cabe, tomat, jagung dan sebagainya,” terangnya.
Adapun diskusi yang dihadiri puluhan wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Independen Pemprov Sulut itu dimodetor oleh Kepala Bagian Humas Setdaprov Sulut Christian Iroth. Kegiatan itu juga menjadi narasumber, yakni dari perwakilan Badan Pusat Statistik Sulut dan Bank Indonesia serta petani sukses ikut hadir.(sco)
Baca juga:  Ranperda Sementara Disusun, Punuh: Penting untuk Mutu Pendidikan Sulut
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional