Menu

Proyek 10 Kelurahan Diduga Bermasalah, Durandt: Kejari Minsel Diminta Turun

  Dibaca : 34 kali
Proyek 10 Kelurahan Diduga Bermasalah, Durandt: Kejari Minsel Diminta Turun
Proyek 10 Kelurahan Diduga Bermasalah, Durandt: Kejaksaan Diminta Turun

indoBRITA, Amurang – 10 Kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan, mulai tahun 2019 mendapat anggaran masing-masing Rp 715 juta sekian. Dana tersebut berasal dari APBN 2019, sekaligus sebagai bantuan Presiden Joko Widodo untuk kelurahan se-Indonesia. Sama halnya dengan desa di Indonesia juga mendapat Dana Desa senilai Rp 745 juta hingga Rp 1 miliar lebih.

Khusus di Kabupaten Minsel, 10 kelurahan mendapat bantuan diatas masing-masing Rp 715 juta sekian. Beberapa bulan terakhir ini, ke-10 kelurahan di Minsel sementara melaksanakan pekerjaan fisik. Menariknya, pekerjaan fisik (proyek, red) dikerjakan pihak ketiga. Bahkan, pemenang tender melalui Bagian Pelayanan Jasa Konstruksi Setdakab Minsel.

‘’Tapi, banyak perusahaan yang menang dalam pekerjaan fisik di 10 kelurahan tersebut ‘asal jadi’. Kenapa saya katakana ‘asal jadi’ dalam pekerjaannya. Memang, sebagaimana pekerjaan proyek dilaksanakan perusahaan/pihak ketiga di Minsel. Tetapi, justru pekerjaan yang dikerjakan sejumlah proyek dikelurahan diduga bermasalah,’’kata Jantje Durandt, Ketua Aspekindo Minsel.

Baca juga:  Terkait Napi Aniaya Wakapolsek Tondano, Kalapas Bitung Sebut Penjaga dan Pelaku Akan Diperiksa

Selain itu, Durandt mempertanyakan dari 10 kelurahan di Minsel (Amurang Raya, red). Satu perusahaan mendapat sekitar 2 hingga 4 proyek. Diakuinya, pagu anggaranya memang berbeda-beda. Tatapi, sebaiknya dikerjakan oleh perusahaan lainnya.

‘’Di Minsel kan banyak perusahaan local. Maksudnya, perusahaan asal Amurang. Nah, kelurahannya juga ada di Amurang. Sebaiknya dikerjakan oleh perusahaan asal Amurang. Tapi, tentunya berkualitas. Akan tetapi, justru perusahaan bukan asal Amurang, maka pekerjaannya ‘amburadul’ alias asal jadi,’’tegasnya.

Salah satu contoh, CV Saron Pratama, perusahaan ini melaksanakan pekerjaan di beberapa kelurahan. Akibatnya, banyak masalah terjadi. ‘’Saya tegaskan, Polres Minsel atau Kejari Minsel turun dan lihat sendiri pekerjaannya. Artinya, jangan sampai justru masyarakat yang membongkarnya karena tidak puas,’’jelas Durandt.

Baca juga:  CEP Tegaskan Camat dan Hukum Tua Genjot Capaian Realisasi PBB

Lurah Bitung Rosye Tandayu, SE ketika dihubungi terkait proyek jalan setapak yang dikerjakan CV Saron Pratama mengaku kaget kalau asal jadi. ‘’Oh terima kasih atas informasinya. Anggaran pekerjaan jalan setapak Rp 88 juta sekian. Apabila ditenggarai banyak kesalahan, maka saya printakan harus kerja kembali. Kalau tidak saya usulkan  tidak dibayarkan,’’sebut Tandayu. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional