Menu

Isu Pekerja Seks Jadi Topik Utama di Workshop OPSI Sulut dan Jurnalis Kota Manado

  Dibaca : 257 kali
Isu Pekerja Seks Jadi Topik Utama di Workshop OPSI Sulut dan Jurnalis Kota Manado

indoBRITA, Manado – Organisasi Pembaharuan Sosial Indonesia (OPSI) Sulawesi Utara, Selasa (26/11) menggelar kegiatan workshop sehari bersama jurnalis di Kota Manado, terkait panduan liputan isu-isu tentang pekerja seks yang selama ini dinilai, terlalu mendiskreditkan mereka.

Dijelaskan Sekretaris OPSI Sulut, Rita Sumampow, sebagai organisasi yang selama ini melakukan pendampingan terhadap para pekerja seks, pihaknya menilai terjadi ketidak berimbangan dalam pemberitaan media selama ini.

“Kalau kami membaca berita yang berkaitan dengan pekerja seks, sepertinya tidak ada perimbangan, tanpa menggali informasi lebih dalam alasan mereka (pekerja seks) terjun kedalam profesi ini,” kata Rita.

Ia pun berharap, melalui workshop ini, para jurnalis mengedepankan edukasi dan rasa kemanusiaan, ketimbang mengejar sensasi dari pemberitaan soal pekerja seks.

Baca juga:  Diduga Oknum Anggota TNI, jadi Korban Pembunuhan di Kawasan Mega Mas

“Setelah kami melakukan pendampingan sejak Tahun 1999, latar belakang mereka menjadi pekerja seks karena beban ekonomi. Sebagian besar pekerja seks merupakan sumber penghidupan dari keluarga mereka, termasuk membiayai anak-anak mereka bersekolah,” ungkap Rita.

Sementara itu, tiga pekerja seks yang tampil sebagai narasumber, turut mengkisahkan latar belakang sehingga mereka terjun dalam pekerjaa itu.

“Pekerjaan ini merupakan mata pencarian kami untuk membiayai pendidikan anak-anak. Kami menyadari ini pekerjaan dosa. Tapi tidak ada pilihan bagi kami untuk menghidupi keluarga,” beber ketiganya.

Isa Anshar Jusuf, narasumber dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado memaparkan tentang kode etik jurnalis. Dalam diskusi yang berkembang, para jurnalis kemudian menyadari ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan panduan jurnalis.

Baca juga:  Sekitar 4438 Pekerja Gereja, Sekum PP KGPM: Terima Kasih Pemprov Sulut

“Kode etik merupakan panduan yang mengikat setiap pekerja pers. Seorang jurnalis harus memposisikan diri sebagai pihak yang independen. Setiap karya tulis yang dihasilkan wartawan harus berimbang. Wartawan sering mengabaikan asas keberimbangan maupun verifikasi data yang didapat,” tutur Isa.

Dalam kesempatan tersebut, para jurnalis bersepakat untuk lebih berhati-hati saat menulis isu tentang pekerja seks.

“Kami berharap OPSI bisa membuat panduan penulisan tentang pekerja seks yang bisa dijadikan pegangan untuk jurnalis,” ujar Benny Manoppo, wartawan salah satu media online lokal di Sulut. (**/ewa)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional