Sertu Warno Sampaikan Materi Radikalisme Dalam Prefektif Psikologi

  • Whatsapp

indoBRITA, Minahasa- Tampil sebagai Narasumber, Sertu Warno Detuage membawakan Materi Radikalisme Dalam Prefektif Psikologi dalam acara yang digelar oleh Kodim 1302/Min bertempat di Aula Makodim Jalan Manguni Kel, Sasaran Kecamatan Tondano Utara Kabupaten Minahasa pada Jumat 29/11/19 pukul 10.00 Wita.

Kegiatan yang diikuti oleh berbagai Komponen Bangsa antara lain, Unsur Masyarakat yang berasal dari wilayah jajaran Kodim 1302/Min, Unsur Mahasiswa dari Unifersitas Manado ( Unima ), para Babinsa, serta Personil Ridam XIII/Merdeka.

Pada kesempatan ini Sertu Warno Detuge menyampaikan bahwa, “Radikal itu berasal dari kata Radix ( Akar ), jadi Radikal itu diartikan sebagai “Secara Menyeluruh”, “Habis-habisan” Amat kers menuntut perubahan” dan Maju dalam berfikir dn bertindak”, Ucapnya dalam mengawali pemaparan materi tersebut.

Baca juga:  5.7 Miliar Uang Negara Diselamatkan Kejaksaan

Lanjut Warno, Radikalisme berarti paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan Sosial dan Politik dengan cara kers atau drastis, jadi Radikalisme dari sudut pandang Fungsional didefinisikan sebagai persiapan yang ditingkatkan untuk konflik antar kelompok dan keterlibatan yang ditekankan untuk itu, sedangkan dari sudut pandang Deskriptif, Radikalisme mengacu pada perubahan keyakinan, perasaan dan prilaku yang membenarkan kekerasan antar kelompok dan tuntutan untuk berkorban dalam membela kelompok mereka sendiri. Ungkap Prajurit yang berpangkat Sertu tersebut.

Lebih lanjut Sertu Warno Detuage menerangkan, bagaimana upaya penanggulangan Radikalisme,
1. Bangun kerjasama antar instansi.
2. Ajak Masyarakat untuk tolak sikap radikal dengan melibatkan seluruh kelompok agama melalui penyuluhan agama.
3. Terengkan kepada Masyarakat bahwa Radikalisme dan Terorisme adalah bentuk pelecehan agama dan kemanusiaan.
4. Tumbuhkan karakter keagamaan yang moderat dan menerima pluralitas.
5. Tekankan wawasan kebangsaan dalam pendidikan.
6. Kurangi atau hapus kesenjangan Sosial, Pendidikan, Ekonomi, Politik, dan Budaya secara luas.
7. Modernisasi kehidupan beragama dengan selektif, akomodasi sisi positif, dan eliminir sisi negatif berdasarkan Pancasila dan UUD 45, yang didukung nilai dn normayang berlaku dalam agama.

Baca juga:  Beri Kejutan HUT Pers, Kapolres Bitung Beber Rencana Pelayanan Masyarakat Yang Lebih Persuasif

Di akhir materinya sertu warno mengungkapkan, Fenomena Radikalisme dan Terorisme disikapi sebagai Wake Up Call, yang menyadarkan seluruh komponen Bangsa, untuk melakukan konsolidasi diri dengan usaha-usaha Early Warning System, pembinaan ummat yang lebih efektif serta kerjasama kebangsaan yang lebih kokoh, Tandasnya.(Har)

Pos terkait