Menu

Peran Media, LSM dan Ormas Dalam Pengawasan Pilkada 2020

  Dibaca : 597 kali
Peran Media, LSM dan Ormas Dalam Pengawasan Pilkada 2020

IndoBRITA, Minut-Menghadapi tahapan Pilkada 2020, Bawaslu Minut terus mengadakan berbagai sosialisasi yang dikemas dalam Rapat koordinasi (Rakor) dengan melibatkan berbagai elemen, untuk mengajak bersama melakukan pengawasan.

Kali ini bersama Media Massa, LSM, dan Ormas, Bawaslu Minut menggelar Rakor persiapan pengawasan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minut 2020.

ALEXANDER Suak saat menyampaikan materi terkait pengawasan Pilkada.(foto: boyz)

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Rahman Ismail SH saat membuka kegiatan mengatakan, media, LSM, dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai peranan penting.

“Peran media bagi kami, menjadi salah satu tolak ukur untuk menentukan sejauh mana Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dalam satu wilayah. Kami sudah menunjuk beberapa media untuk jadi sharing partner kami dalam mencari data, bagaimana pelaksanaan Pemilu di Minut. Sedangkan untuk teman-teman LSM dan Ormas, juga memiliki peran penting dalam partisipatif, ini menjadi elemen kami dalam melakukan penyusunan,” tutur Ismail sembari membuka kegiatan, Jumat 27 Desember 2019.

Baca juga:  Pascapemilu, KPU Minut Lakukan Evaluasi Teknis Penyelenggaraan

Sementara itu, Jhonny Alexander Suak SE MSi yang merupakan Ketua Presidium JADI Sulut yang tampil sebagai pemateri menegaskan, Bawaslu merupakan regulator atau fasilitator sesuai tagline mereka, namun yang sebenarnya yang mengawasi Pemilu itu adalah rakyat. Makanya jangan heran jika Bawaslu terus memberikan sosialisasi dengan melibatkan rakyat untuk bersama-sama melakukan pengawasan, termasuk media, LSM dan Ormas.

“Hanya sayangnya, untuk LSM dan Ormas hanya berapa persen saja yang mengawasi Pileg kemarin dan sisanya banyak yang jadi pemantau,” ungkap Suak.

Dijelaskan Suak, ada tiga jenis pemilih di Indonesia yakni pemilij tidak tahu aturan, tahu aturan tapi tidak tahu politik, dan tahu politik serta aturan. Nah perlu diketahui permainan politik sekarangan sangat canggih, sehingga ini cukup berat bagi Bawaslu.

Baca juga:  Rektor Unsrat tak Datang, RDP Komisi IV Ditunda

“Makanya mari kita jadi agen pengawasan Pemilu, karena Pilkada yang berintegritas ditentukan oleh masyarakat sipil yang kuat dan mau melakukan pengawasan. Untuk itu, butuh banyak orang melakukan pengawasan karena penyelenggaraan Pilkada merupakan saluran aspirasi masyarakat memilih pemimpin, serta sarana yang tepat untuk menguji kebenaran politik,” terang Suak yang juga mantan anggota Bawaslu Sulut.

Acara ini dilaksanakan selama tiga hari di salah satu hotel ternama di Minut, dengan menghadirkan sejumlah pemateri handal terkait pengawasan pada Pilkada mendatang.(rus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional