Benteng Portugis Amurang ‘Sarang’ Sampah, Rumondor: Siapa Yang Bertanggungjawab?

  • Whatsapp
Benteng Portugis Amurang ‘Sarang’ Sampah, Rumondor: Siapa Yang Bertanggungjawab?

indoBRITA, Amurang – Memasuki Natal dan Tahun Baru 2020, pedagang berjubel di Pasar 54 Amurang dan sekitarnya. Menariknya, Amurang yang adalah ibukota Kabupaten Minahasa Selatan menjadi ‘sarang’ sampah setelah pada pedagang ‘out’ dari Amurang. Akibatnya, tak sedikit sampah berkeliaran di Amurang dan sekitarnya.

Menariknya, Objek Wisata Benteng Portugis atau sekarang disebut Benteng Amurang justru menjadi ‘sarang’ sampah oleh pada pedagang yang setelah berjualan dan mengambil keuntungan di Amurang ‘lari’ dan tidak membersihak sisa-sisa sampah basah dan lain sebagainya di seputaran objek wisata yang dibangun tahun 1512 tersebut.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Galilea Kilometer Tiga Peduli Kasih Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Manado

Bernard Rumondor, pengelola Objek Wisata Benteng Portugis mengaku kecewa dengan para pedagang yang berjualan tanpa seizin pihak pengelola Benteng Amurang tersebut. ‘’Jujur, saya kecewa berat. Maka dari itu, saya bertanya siapa yang bertanggungjawab dengan kebersihan disekitar Objek Wisata Benteng Portugis tersebut. Ingat, kalau bukan pedagang. Berarti, yang menagih retribusi siapa? Nah, kalau Kepala Pasar 54 Amurang dan timnya, maka mereka yang harus membersihkan lokasi diatas,’’kata Rumondor.

Katanya, bahwa hal ini sudah saya laporkan keatasannya di Balai Arkeologi Sulawesi Utara di Gorontalo. Menurutnya, bukan baru pertama kalinya masalah kebersihan dibiarkan begitu saja oleh pedagang. Padahal, Kapas 54 Amurang dan para mandornya telah menagih retribusi kebersihan kepada pedagang. Akan tetapi, ternyata masalah kebersihan di lokasi Benteng Portugis Amurang tidak dihiraukan.

Baca juga:  Satgas Bitung Dibentuk Untuk Cegah dan Atasi Perdagangan Ilegal Satwa Liar

Rumondor pun menunjukkan apabila pihak Kapas 54 Amurang sampah-sampah bertebaran diseputaran lokasi Benten Portugis. Dia juga mengaku, ada beberapa warga yang berjualan ikut membantu membersihkan lokasinya. ‘’Hanya saja, pria kelahiran  Amurang ini mengaku kecewa dengan pihak Pasar 54 Amurang ataukah Perusahaan Daerah (PD) Cita Waya Esa Minsel. Sekali lagi, saya hanya minta memperhatikan soal kebersihan. Namanya juga objek wisata di Amurang/Minsel. Olehnya, lokasi tersebut harus bersih dan aman dan kondusif,’’sebutnya.

Kepala Pasar 54 Amurang Naca Setligh hingga berita ini diposting belum bisa dihubungi. Bahkan, dikonfirmasi kepada sejumlah mandor mengaku kalau kapas berada diseputaran pasar.  (ape)

Pos terkait