Surat Penolakan Pala Lingkungan 2 Karut Dibacakan di Rapat Paripurna, Wawali: Akan segera saya tindak-lanjuti

  • Whatsapp
Legislator Manado, Meikel Stif Maringka saat membacakan surat keberatan warga lingkungan 2, Karombasan Utara, Kecamatan Wanea terhadap Pala di Rapat Paripurna DPRD Manado.

indoBRITA, Manado – Surat keberatan atau penolakan warga Lingkungan 2 Karombasan Utara, Kecamatan Wanea terhadap kepala lingkungan (Pala) oleh anggota Komisi I DPRD Kota Manado, Maikel Maringka disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD Kota Manado, Selasa (7/1/2020).

Sebelum politisi dari partai Golkar itu memberikan surat keberatan tersebut kepada Wakil Walikota Mor D Bastian, dirinya meminta waktu dua menit untuk membecakan petisi tersebut.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Fraksi PG Perjuangkan Tunjangan Perangkat Desa dan Kelurahan

“Saya meminta waktu 2 menit untuk membacakan petisi keberatan yang sudah tercantum identitas warga atas penolakan Pala lingkungan 2,” ucap Maringka dalam rapat paripurna buka tutup masa sidang pertama tahun 2019-2020, tadi malam.

Surat keberatan yang ditandatangani oleh 49 warga tersebut, berisikan penolakan dan keberatan terhadap kepala lingkungan lama yaitu Septi Saroinsong yang kembali dipilih.

Penolakan dan keberatan tersebut dikarenakan warga merasa sudah tidak nyaman lagi dengan keberadaan kepala lingkungan tersebut. “Mungkin yang dimaksudkan ditinjau kembali adalah SK pengangkatan Kepala Lingkungan,” kata Maringka.

Usai membacakan surat tersebut, Maringka langsung menyerahkan surat tersebut kepada Wakil Wali Kota Manado, Mor D Bastiaan, Ketua DPRD Manado Aaltje Dondokambey dan Sekda Kota, Micler Lakat.

Baca juga:  Eman SAS Hadiri Paripurna Pemandangan Fraksi Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD

Sementara itu menanggapi surat penolakan warga lingkungan 2 Karombasan Utara, Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan menyebutkan surat penolakan dan keberatan warga yang masuk di DPRD akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah kota.

“Penolakan kepala lingkungan, akan menjadi catatan dari kami. Ada tim yang akan menyelusuri lebih lanjut apa yang menjadi yang menjadi keluhan. Kalau perlu diambil keputusan akan diambil keputusan, tetapi yang pasti harus sesuai dengan penyelidikan dari tim,” pungkasnya.(ewa/**)

Pos terkait