2020, Badan Keuangan Kejar Target Pajak Daerah

  • Whatsapp
MEISKE Pantouw

indoBRITA, Minut—Realisasi pajak daerah Minut untuk tahun 2019 mencapai target bahkan melampaui. Untuk itu, di tahun 2020 ini, Pemkab Minut melalui Badan Keuangan akan mempertahankan hasil tersebut.

Kaban Keuangan Minut Petrus Macarau SE melalui Kabid Pendaftaran Meiske Pantaouw mengatakan, walau tahun 2019 pajak daerah mencapai target namun bukan berarti kita puas tapi akan semakin ditingkatkan terutama di awal tahun 2020 ini.

Bacaan Lainnya

“Untuk itu, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” tutur Pantouw, Rabu (15/1/2020).

Baca juga:  Target Pajak Penerangan Jalan Capai Kisaran 61,5 Persen

Ditambahkan Pantouw, selain itu pihaknya juga tengah menggiatkan untuk turun lapangan guna melakukan sosialisasi mengingat masih awal tahun sehingga masyarakat atau penggiat usaha tidak lagi ada tunggakan.

“Kami juga menghimbau bagi penunggak pajak di 2019 agar segera membayarnya karena itu merupakan kewajiban sehingga di 2020 tidak terulang lagi,” terang Pantouw sembari menambahkan optimis pajak daerah di tahun 2020 bisa mencapai target.

Berdasarkan data realisasi pajak daerah per tanggal 31 Desember 2019, pajak hotel realisasinya mencapai 116,14 persen atau Rp2.264.575.151 dari Rp 1.950.000.000 yang ditargetkan. Begitu juga dengan pajak restoran dan rumah makan realisasinya 121,65 persen atau Rp5.419.580.403 dari target 4.455.000.000.

Realisasi pajak hiburan yang ditargetkan Rp.116.000.000 realisasi Rp.135.209.979 atau 116,56 persen. Sedangkan pajak reklame yang ditargetkan Rp.1.756.929.405 realisasi Rp.1.804.804.826 atau 102,72 persen.

Baca juga:  Pemkab Minut Terus Lakukan Sosialisasi Bagi Wajib Pajak

Untuk pajak penerangan jalan target Rp13.317.941.056 realisasi 14.860.083.287 atau 111,58 persen. Pajak mineral bukan logam dan batuan target pendapatan Rp.2.077.867.000 realisasi Rp.2.098.599.800 atau 101,00 persen.

Pajak air tanah, ditargetkan Rp.550.000.000 realisasi 576.163.337 atau 104,76 prsen. Untuk pajak sarang burung walet ditargetkan Rp.30.000.000 realisasi Rp30.119.000 atau 100,40 persen. Begitu juga dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang ditargetkan Rp.4.800.000.000 realisasi Rp 4.835.659.438 atau 116,44 persen.
Sementara Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) merupakan pendapatan terbesar dari sektor pajak, dari target Rp27.100.501.015 bisa terealisasi Rp31.584.599.027 atau 116,55 persen.(rus)

Pos terkait