Menu

Pengambilan Pasir DAS Ranoyapo Minta Pengawasan DLH

  Dibaca : 47 kali
Pengambilan Pasir DAS Ranoyapo Minta Pengawasan DLH
Pengambilan Pasir DAS Ranoyapo Minta Pengawasan DLH

indoBRITA, Amurang – Beberapa tahun belakangan ini, pengambilan pasir DAS Ranoyapo khususnya di Desa Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Barat sangat mengganggu lingkungan sekitar. Pasalnya, akibatnya telah terjadi abrasi air yang sangat parah.

Demikian dikatakan Constantyn Kani, SH warga setempat melalui akun media social (Medsos) menjelaskan rasa kecewanya para pengambil pasir DAS Ranoyapo sudah sangat keterlaluan. ‘’Ya, sebagai masyarakat sekitar tentunya merasa kecewa dengan hal diatas. Walau diakuinya, para pekerjanya adalah warga setempat. Akan tetapi, kecewa lantaran tidak ada pengawasan dari instansi terkait,’’ungkap Kani.

Baca juga:  Hari Ini, Pedagang Pasang Badan Bila Ada Penertiban

Mantan anggota DPRD Kabupaten Minsel Periode 2014-2019 juga mempertanyakan pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Minsel yang tidak ada. ‘’Sekali lagi, saya kecewa dengan sikap DLH Minsel yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Menjadi pertanyaan, walau hal-hal diatas menjadi kewenangan DLH Provinsi Sulut. Tetapi, DLH Minsel juga harus turun dan mencari solusi agar tidak berlebihan. Karena memang, apabila pengambilan pasir berlebihan maka bukan tidak mungkin akan ada masalah lagi,’’kata Kani.

Kani mengaku, agar tidak terjadi lebih parah, dimintakan kepada DLH Minsel untuk segera turun dan melihat situasi yang ada.

Baca juga:  Minim Anggaran, Dukcapil-KB Tetap Usahakan Tekan Pertumbuhan Penduduk

‘’Usulnya, agar DAS Ranoyapo di Desa Rumoong Bawah (Lopana) dapata dikembalikan pada alur yang sebenarnya. Agar supaya, warga lebih leluasa melaksanakan aktifitasnya. Maka dari itu, pesan ini agar supaya ditindaklanjuti dengan baik,’’pintah Kani yang mantan Kepala Kantor BPN Minahasa dan Kota Bitung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minsel Roi Sumangkut belum berhasil dihubungi. ‘’Maaf, bapak lagi keluar. Tidak tahu mo kembali jam berapa,’’jelas staf THL yang minta namanya tak ditulis. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional