Manembu:  Keberhasilan Anak, Adalah Peran dan Profesional Guru

  • Whatsapp
Manembu:  Keberhasilan Anak, Adalah Peran dan Profesional Guru

indoBRITA, Amurang – SD Inpres Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Barat menyatakan siap menggelar Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS-BN) tahun 2020. Hanya saja, UAS-BN kali ini adalah terakhir dalam pelaksanaan ujian. Setelah itu, diserahkan kepada pihak sekolah yang bersangkutan. Artinya, tahun 2021 tak lagi disebut UAS-BN.

Demikian dikatakan Kepala SD Inpres Rumoong Bawah Jantje Jimmy Manembu dalam wawancara belum lama di kantornya Desa Rumoong Bawah. Dijelaskannya, bahwa sekolah yang dipimpinnya sejak tahun 2015 terjadi pasang surut. ‘’Tetapi, banyak kemajuan makalah semua program didukung oleh staf guru dan siswa-siswi bersama orang tua wali,’’kata Manembu.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  KemenPAN & RB Gelar Bimtek Penyusunan Standar Pelayanan Publik di Minsel, Kepala PD Pilih ‘Tumingkas’

Diungkapkannya, tahun 2021 sesuai keputusan Kemendikbud bahwa sekolah SD, SMP, SMA dan SMK ujian ditentukan pihak sekolah. ‘’Kedepan, jelas Manembu mutu kelulusan akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, kualitas anak itu jangan tergantung pada pendidik sendiri. Sebab, ada teori mengatakan, sepintar-pintarnya anak, tetap harus mendapat pendampingan dari guru,’’ungkapnya.

Oleh sebab itu, apalagi menghadapi industry 4.0 yang diharapkan akan tercipta generasi emas bagi anak-anak didik. Nantinya, keberhasilan anak adalah peran besar dan sangat dibutuhkan professional guru. Khusus SD Inpres Rumoong Bawah, jumlah siswa 122 dan peserta UAS-BN 2020 berjumlah 23 peserta.

Baca juga:  Apel Perdana ASN dan THL, Bupati CEP Akui APBD 2020 Belum Terealisasi?

‘’Bakat yang tidak dikembangkan adalah potensi yang mati. Dengan demikian, harapannya dalam setiap rapat dengan jajarannya selalu disampaikan hal-hal penting guna anak didik kita menjadi lebih baik dari sekarang. Anak-anak saat ini memasuki zaman modern. Harusnya lebih termotivasi dengan zaman perkembangan saat ini,’’terang Manembu yang juga pelayan khusus di GMIM Efata Rumoong Bawah ini.

Manembu juga menyebut, Menteri Nadim Kariem mengatakan, jangan kita katakan anak itu bodoh. ‘’Mungkin kita sebagai pendidik yang belum menemukan kuncinya. Dengan harapan, apapun yang kita lakukan menjadi dasar untuk perbaikan anak itu sendiri,’’pungkasnya. (ape)

Pos terkait