Menu

Sonambela: Bagaimana Memberdayakan Ekonomi Dengan Usaha?

  Dibaca : 120 kali
Sonambela: Bagaimana Memberdayakan Ekonomi Dengan Usaha?
Sonambela: Bagaimana Memberdayakan Ekonomi Dengan Usaha?

indoBRITA, Amurang – Pdt Dr Jemmy Sonambela member ketarangan bahwa sebagai rohaniawan, kita mengangkat sesuatu haru punya dasar. Pertama dalam kitab Yeremia 29-7 disitu Alkitab berkata. Usahakan kesejahteraan kota, kemana aku buang. Karena kesejahteraan kota kesejahteraan rakyat. Berbicara kesejahteran sangat luas sekali. Alkitab pun mengangkat yang namanya kesejahteraan. Nah, menujuh pada kesejahteraan tidak terpisah yang namanya usaha.

‘’Sejak dalam kandungan, ketika kita lahir Tuhan telah memberikan benih sesuatu ketrampilan, keahlian kepada kita. Tinggal kita mengembangkan atau tidak. Nah, warga gereja Kristen dasar Firman Allah, Tuhan menjanjikan kesejahteraan. Nah, usaha sejahtera tidak bisa kita pisahkan. Sejak Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, sebelum Tuhan tempatkan keduanya di Taman Eden telah disiapkan tumbuh-tumbuhan/tanaman disana,’’kata Ketua GPSDI Buyungon, Amurang.

Lanjut dikatakan Sonambela, maka emas yang terbaik , dammar bedola, siapkan semuanya dialam semesta. Ketika Tuhan tempatkan Adam, Adam diberi tanggungjawab untuk memelihara dan mengusahakan tanaman itu. Sama halnya dengan  manusia, ketika Tuhan menempatkan kita di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya Desa Kilometer Tiga dan Kelurahan Buyungon, kita ini ibarat Adam untuk memajukan dan mengusahakan daerah dimana kita tinggal.

Baca juga:  Kapolres Minsel Cek Harga Sembako di Pasar Amurang

‘’Ingat, Tuhan telah siapkan fasilitas, tinggal kita manusia memunculkan potensi dalam bahasa ekonomi pemberdayaan ekonomi. Nah, ekonomi kita akan berdayakan. Perlu dalam dunia usaha, dalam dunia pendidikan namanya pendidikan formal dan non formal. Barangkali kita bukan dari Fakultas Pertanian dan Perkebunan, tetapi dengan pendidikan non formal, pelatihan, bimbingan teknik dan lain-lain sebagainya,’’tegas Ketua Umum Sinode GPSDI Pusat.

Sonambela juga mengungkapkan, kita juga bisa dapat ilmu dari situ. Sehingga ketika kita ada ditempatkan di desa sama seperti di Taman Eden. Kita harus bertanggungjawab, usahakan ketrampilan yang ada dan kita lakoni usaha itu. Minsel/Sulut kalau kita lempar tongkat jadi tanaman, jadi tinggal kebodohan.

‘’Sebagai rohaniawan, kita telah member keteladanan dan contoh. Dierah keterbukaan ini, kita telah menerima berbagai contoh. Kita akan mengelola tanah itu, tapi perlu modal. Sekarang, pemerintah siapkan KUR tanpa jaminnan apa-apa. Yang susah disini, ada Dinas Pertanian Minsel. Kita bisa dapat benih dan lainnya. Jadi, rakyat perlu diberdayakan , perlu ada yang memotivasi,’’ungkapnya lagi.

Baca juga:  Pertahankan Identitas Budaya Sangihe, Diskebpar Gelar Sarasehan Musik Bambu

Menurutnya sebagai salah satu tokoh fasilitator perkebunan Provinsi Sulut, jadi dimanapun saya ada, saya telah memberikan teladan. Waktu lalu, petani belum panen jagung 20 ton, dirinya sudah mendapatkan lebih dari 20 ton.

‘’Petani belum tanam cabe 12 ribu pohon, saya sudah tanam 12 ribu lebih pohon. Oleh sebab itu, ini menjadi motivasi bahwa kita bicara bukan karena kita belum melakukannya. Yang pasti, melalui usaha diatas, maka semuanya bisa saya ciptakan. Sekali lagi, bagaimana kita memberdayakan ekonomi yang ada,’’terang putra Amurang juga mantan petinju dan atlit lari yang telah menjadi Hamba Tuhan dengan penuh karunia Ilahi. (ape)

 

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional