Menu

Demi Kepentingan Rakyat, Drama AKD DPRD Minsel Berakhir Manis

  Dibaca : 114 kali
Demi Kepentingan Rakyat, Drama AKD DPRD Minsel Berakhir Manis
Demi Kepentingan Rakyat, Drama AKD DPRD Minsel Berakhir Manis

indoBRITA, Amurang – Setelah kurang lebih lima bulan pasca dilantik 30 anggota DPRD Minahasa Selatan periode 2019-2024 oleh Ketua PN Amurang akhirnya akan berfungsi lagi. Pasalnya, personil DPRD Minsel sempat menjadi dua kubu yang juga berseberangan. Namun, setelah terjadi masalah yanmg dugaan sama-sama menunjukkan keegoannya. Membuat program kesejahteraan terhadap rakyat tak bisa berjalan. Melihat hal diatas, Fraksi Partai Golkar pun melakukan rapat tertutup dengan maksud ingin mencari solusi. Dan akhirnya, ‘drama’ berkepanjangan itu ‘luntur’ bak ingin sama-sama menyelesaikannya.

Dengan demikian, DPRD Minsel yang ‘bersikap’ menentang satu sama lain akhirnya menemukan titik penyelesaian guna membangun Minsel lebih baik. Pun demikian, setelah FPG melaksanakan rapat tertutup dan dilanjutkan dengan rapat bersama FPDIP ikut membuahkan hasil gemilang.

‘’Jadi, setelah pertemuan antara FPG dan FPDIP langsung menyetujui penyelesaian ‘drama’ terkait pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Bahkan, setelah terjalin kesepakatan penetapan AKD baru langsung ditindaklanjuti,’’ujar Harly Jones Kaseger dari Fraksi Partai Golkar.

Selanjutnya kata Kaseger, kesepakatan lima fraksi  (FPG, FPDIP, FNasDem, FPD dan FPrimanas) untuk membentuk AKD berjalan dengan baik. Jadi, kesepakatan bersama adalah memandang bahwa ini kepentingan bersama untuk rakyat Minsel.

Baca juga:  Instruksi Pjs Bupati M20, Inspektorat Daerah Sulut Periksa 167 Desa Terkait Dandes

‘’Oleh sebab itu, kita laksanakan amanah agar rakyat Minsel tak ‘terkotak-kotak’ hanya karena kepentingan tertentu. Semoga, setelah ‘drama’ diatas selesai, maka fungsi kontrol DPRD Minsel atas kelangsungan pembangunan Minsel akan berjalan dengan baik,’’tegas pengusaha muda sukses.

Sementara itu, Ketua FPDIP Meivy Karuh menjelaskan, penetapan AKD merupakan hasil kompromi dari koalisi 16 yang dimotori FPDIP bersama FPD dan FPrimanas. ‘’Tiga jabatan yang sebelumnya dipegang ketiga koalisi diberikan kepada FPG dan FNasDem. Dengan demikian, setelah hal diatas dinyatakan resmi, maka harapannya kepentingan masyarakat akan berjalan dengan baik,’’jelas Karuh.

Sekali lagi, kita memandang kepentingan masyarakat yang lebih besar. Sebab, jabatan bukanlah segala-galanya bagi kami. Meskipun jumlah koalisi kami lebih besar sehingga menentukan posisi AKD. Namun, karena kepentingan masyarakat lebih diutamakan, maka terciptalah kompromi untuk dibentuk AKD bersama  lima fraksi.

Ketua Fraksi Primanas Jaclyn Ivana Koloay menjelaskan, terbentuknya AKD saat ini sudah bagus. ‘’Maka, saya berpesan, agar supaya kita sama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat berjalan dengan baik pula. Pasalnya, selama belum terbentuk AKD, kami merasa untuk bekerja saja tak bisa maksimal. Sehingga, meski terjadi kompromi, imbalan yang didapat adalah bekerja untuk kepentingan bersama,’’ungkap Koloay yang juga Sekretaris DPD Perindo Minsel.

Baca juga:  Dinas PUPR Minsel Usulkan Pembuatan Website Tata Ruang

Koloay mengakui, bahwa kesulitan bekerja tanpa AKD, terjadi banyak persoalan. Keluhan masyarakat sulit ditindaklanjuti, sebab kita belum bisa melaksanakan hearing atau memanggil Rapat Dengar Pendapat (RDP).

‘’Berkaitan hal diatas, kiranya moment ini akan menjadikan pelajaran bagi kita (anggota DPRD, red) Minsel agar bisa menjalankan tupoksi bersama-sama demi rakyat. Jadi sekali lagi, pembentukan AKD saat ini sudah tepat. Semoga ini bisa member angin segar demi terselenggaranya pemerintahan Minsel yang lebih baik juga,’’ pungkas Koloay yang juga vocal dalam menyuarakan kepentingan rakyat.

Rapat paripurna penetapan AKD dipimpin Ketua DPRD Minsel Jenny J Tumbuan, didampingi Wakil Ketua Stefanus Lumowa dan Paulmen Runtuwene. Rapat paripurna DPRD dihadiri 26 anggota dari 30 anggota resmi. (ape)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional