Menu

Data BPS, Tahun 2019 Angka Kemiskinan di Bitung Menurun

  Dibaca : 311 kali
Data BPS, Tahun 2019 Angka Kemiskinan di Bitung Menurun
Kepala BPS Bitung : Novri Mokoagow.(foto: yefta)

indoBRITA, Bitung- Angka kemiskinan di Kota Bitung di tahun 2019 yang lalu turun sebanyak 0,18 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bitung Novri Mokoagow yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/3/2020) menjelaskan, jumlah penduduk miskin menurut data BPS di tahun 2018 mencapai sekitar 14.340 jiwa atau 6,67 persen dari total penduduk kota Bitung namun di tahun 2019 yang lalu menurun menjadi hanya sekitar 14.100 orang atau 6,49 persen.

“Sejak tahun 2015 sampai tahun 2019 ini memang terjadi fluktuasi bahkan di tahun 2016 yang lalu angka kemiskinan sempat turun menjadi 6,57 persen saja, kemudian naik lagi hingga turun di tahun 2019,” beber lelaki ramah ini.

Sebab-sebab turunnya angka kemiskinan ini, menurut dia, adalah makin banyaknya warga yang terserap dalam pasar kerja yang berimbas pada meningkatnya daya beli terutama pemenuhan kebutuhan dasar yang menjadi bagian dari instrumen pendataan BPS sendiri.

Baca juga:  Penimbun Elpiji Harus Ditindak

“Karena metode yang dipakai untuk penghitungan penduduk miskin menggunakan metode garis kemiskinan dengan pendekatan kebutuhan dasar,” imbuhnya.

“Dalam metode pendataan kita mencakup 2 hal terkait kebutuhan dasar yakni makanan yang berdasarkan jenisnya ada 52 komoditi dan non makanan yang meliputi 48 jenis,” tambahnya.

Selain serapan pasar kerja, menurut Mokoagow, inflasi juga sangat berpengaruh pada data kemiskinan ini yang tidak lain bisa membuat daya beli menurun akibat lonjakan harga.

“Jika inflasi naik, daya beli kemudian turun menyebabkan warga yang sebelumnya masih di atas garis kemiskinan ikut tertarik ke bawa di garis kemiskinan yang ujungnya menjadikan persentase data kemiskinan juga meningkat,” cetusnya.

Baca juga:  Soal Rio Dondokambey Maju Ketua KNPI Sulut, Begini Reaksi Olly

Peran Pemerintah menurut dia sangat penting jika terjadi inflasi ataupun kurangnya serapan tenaga kerja untuk mengintervensi melalui berbagai program pengentasan kemiskinan ini.

 

Victor Balantukang, pengamat ekonomi asal Lembeh yang dimintai tanggapannya terkait data ini berharap agar angka kemiskinan semakin bisa ditekan sekaligus bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

“Banyak intervensi dari Pemerintah terutama untuk memerangi kemiskinan, namun lebih penting lagi, Pemerintah juga berupaya menggandeng seluruh stakeholder terutama di bidang serapan tenaga kerja seperti pabrik-pabrik ikan agar bisa bangkit kembali dari keterpurukan sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang lebih besar lagi,” harap Jebolan Fakuktas Ilmu Sosial Unima ini,”(yet)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional