Menu

Pitra A Ratulangi, Pejabat ‘Tou Kawanua’ Yang Takut Akan Tuhan

  Dibaca : 949 kali
Pitra A Ratulangi, Pejabat ‘Tou Kawanua’ Yang Takut Akan Tuhan
Pitra A Ratulangi, Pejabat ‘Tou Kawanua’ Yang Takut Akan Tuhan

indoBRITA, Amurang –Kombes Pol. Pitra Andreas Ratulangi, SS SIK adalah pejabat Tou Kawanua yang kini dipercayakan Kapolri Idham Azis sebagai Direskrimum Polda Jawa Timur. Menariknya, Polda Jatim akhir-akhir ini menjadi viral baik media cetak, online dan lain sebagainya. Pasalnya, Polda Jatim banyak membongkar kasus besar. Termasuk saat ini semua mata tertuju di Polda Jatim.

Peran Pitra A Ratulangi dijajaran Polda Jatim banyak mengajarkan hal-hal hikmat bagi anggotanya.  Pasalnya, melalui gerakan tim bersama anggotanya mendapat simpati masyarakat Jatim pada umumnya. Termasuk, Tou Kawanua di Jawa Timur dan pulau Jawa secara umumnya. Menariknya, apapun tanggungjawab yang diberikan Kapolda Jatim selalu dilakukan dengan berdasarkan perintah Tuhan baginya.

Denny Tumuju, SH MH salah satu lawyer di Jakarta dan sekitarnya kembali angkat suara terkait sosok pejabat yang murah hati, namun setia dengan tugas dan tanggungjawab yang diberikannya. ‘’Baginya, sosok Pitra A Ratulangi banyak kesannya. Saat berada di Polda Jatim dalam kesempatan emas melakukan diskusi selalu terlontar kalau dirinya bekerja karena campur tangan Tuhan. Ya, kalau bukan Tuhan, semua tugas yang diberikan atasannya tak akan berjalan dengan baik,’’kata Tumuju sebagaimana kutipan pak Pitra.

Yang pasti, apapun tugas yang diberikan itu adalah amanah Tuhan baginya. Dengan demikian, beliau dalam melakukan tugas (pekerjaan, red) selalu berusaha menyelesaikan tanpa masalah. Karena memang, kecintaannya kepada institusi kepolisian begitu besar. Bahkan, menjadi NKRI adalah warga Indonesia yang baik.

‘’Seperti diketahui, era post-truth saat ini sering terjadi sesat piker (fallacy) yang terjadi dengan politik. Yaitu pengambilan kesimpulan yang tidak logis (ignoratio elenchi). Kesesatan terjadi saat premis ke simpulan dilatarbelalangi oleh kepentingan pribadi dan/atau kelompok tertentu. Politik menurut Aristoteles  seyogianya bermuatan mores (moral) dan etos (etik) disesatkan menjadi kepentingan pribadi dan/atau kelompok belaka. Politik adalah das Sollen dan das Sein bagi kebaikan bersama sebagai bangsa dan Negara yang bagi kita di Indonesia harus berhulu pada Pancasila,’’tegas Tumuju yang juga putra Amurang Minsel sambil berdoa biar pak PAR mendapat promosi lebih tinggi oleh Kapolri.

Baca juga:  CEP Ajak, Perempuan Pilih Pemimpin Perempuan

Bagi lulusan SMAN 162 Amurang 1988 ini, era post truth bermunculan fenomena penggurusan Pancasila. Itulah perlunya rasionalisasi politik yang terus menerus guna menjaga marwah Pancasila sebagai perekat yang mempersatukan  bagi bangsa dan Negara.

‘’Kawanua Informal Meeting (KIM) berposisi sebagai penebar kebaikan (I Yayat u Le’os) bagi persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Republik Indonesia. Itu adalah pernyataan Prof Max Wilar dalam satu acara di Jakarta menekankan bahwa sebagai bangsa berdaulat harus kita jujung kemerdekaan. Nah, secara khusus hal diatas ada semua pada sosok Pitra A Ratulangi. Orangnya ramah, rajin beribadah serta memiliki tanggungjawab besar terhadap keluarga didalamnya antar kawanua di pulau Jawa,’’ucap Tumuju yang alumni SD GMIM Buyungon angkatan 1982.

Tumuju juga menjelaskan, dalam perjumpaannya dengan tokoh ‘Tou Kawanua’ ini dalam ruangannya terdapat replica burung hantu atau manguni. Manguni melakukan ‘hoot’nya nyaring mengalun dan dilakukan berturut 3 kali 9 (‘telu makasiou’). Maka pertanda kemenangan terbaik dan tanda ini dipakai ketika  menemukan tempat awal untuk ditinggali serta sering  juga pertanda baik untuk menyerang dalam perang. Dan dipastikan akan menang, bisa juga mengabulkan keinginan kita, 3 memiliki arti 3 kekuatan Tuhan, alam, manusia. 3 itu sendiri mengandung arti 9 kekuatan 3×3=9. Angka suci suku Minahasa 999 angka sempurna.

Baca juga:  Persiapan Matang, Atlet Teluk Wondamo Siap Bersaing di Kejurnas Atletik

‘’Bahkan, beliau selalu menggunakan filosofi Burung Manguni. Plat nomor polisi di Jawa Timur saja L 9 PAR. Kalau angka 9, dikepolisian 9 artinya reserse. Apa kebetulan dengan angka 9 bagi orang Minahasa? Benar tanggapan Prof Max Wilar, tentang politik adalah proses piker keseimbangan antara ratio/iq dan emosi/eq secara proporsional yang menghasilkan keputusan moral berdasar kecerdasan creativity/cq. Namun dominan dp iq maka itu sudah nafsu yang menghasilkan perbuatan amoral asusila seperti prostitusi dan sejenisnya itu bukan proses  politik tapi proses nafsu,’’tambah pria low profil namun baik hati.

Menarik dalam hal diatas, sosok tou kawanua seperti Pitra A Ratulangi menyukai angka 9. Yang adalah gambaran orang Minahasa punya rasa empati yang tinggi. Belas kasih, iklas serta mampu menerima dan menyukai komunitas yang memang berguna untuk masyarakat.

‘’Dengan demikian, dijelaskan lagi Denny Tumuju, SH MH bahwa kesungguhan seorang Kombes Pol. Pitra A Ratulangi, SS SIK yang kini dipercayakan Kapolri Idham Azis sebagai Direskrimum Polda Jatim adalah kesungguhan hati, iklas dan mampu mengedepankan belas kasih iman Tuhan untuk banyak orang. Biarlah keimanan kita akan menjadi sosok yang terindah dan termulia bagi Kemuliaan Tuhan yang saat ini kita rayakan dalam minggu-minggu sengsara,’’ sebut putra terbaik Minsel yang berkiprah di Jakarta dan sekitar sebagai pengacara handal serta memiliki belas kasih antar sesama kawanua dan terpenting antar sesama orang yang membutuhkan. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional