Menu

Runtuwene: Orang Tua Jangan Izinkan Anak Menikah Dini

  Dibaca : 104 kali
Runtuwene: Orang Tua Jangan Izinkan Anak Menikah Dini
Runtuwene: Orang Tua Jangan Izinkan Anak Menikah Dini

indoBRITA, Amurang – Orang tua di Minahasa Selatan diminta menjaga anak perempuan. Pasalnya, banyak anak perempuan ‘salah’ jalan dan terpaksa masih terlalu muda sudah menikah. Padahal, menikah muda atau dini sangat berbahaya. Demikian disampaikan Ketua Komisi IX DPR RI Felly E Runtuwene, SE saat melakukan sosialisasi terkait acara Advikasi dan KIE Program KKBPK bersama Mitra kerja di Resto New Century, Amurang, Kamis (12/3/2020).

Runtuwene mengatakan, pemerintah pusat menyediakan anggaran 10 T untuk dua juta kartu Prakerja. ‘’Selain itu, pemerintah juga menyediakan 500 ribu uang saku bagi calon pekerja. Khusus Minsel, informasinya sudah ada 88 orang untuk tahap pertama yang mendaftar. Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah daerah harus transparan soal hal diatas,’’jelas Runtuwene.

Runtuwene juga mengatakan, BKKBN Sulut sedang melakukan berbagai sosialisasi kepada warga khusus menikah diusia dini. ‘’Ingat, menikah usia dini sangat rentan kematian. Oleh sebab itu, orang tua diminta jaga anak-anak perempuan biar nanti sudah dewasa baru menikah. Jangan baru 14 tahun sudah ‘kecelakaan’ kemudian menikah. Sekali lagi, ditekankan disini nadalah orang tua,’’ ujar politikus partai NasDem yang sangat vocal.

Baca juga:  Kerjasama Komisi P/KB GMIM SKP, Dinkes Minsel Gelar Sosialisasi Bahaya DBD di Pondang

Mantan anggota DPRD Provinsi Sulut selama dua periode dari dapil Minsel-Mitra ini mengatakan, selaikn menikah dini, ternyata di Minsel tidak ada anak-anak stanting. ‘’Syukur, di Minsel yang tak lain kampung saya tak ada anak-anak stanting. Berarti, orang tua selalu menjaga anak-anak. Sekali lagi, saya percaya hal-hal diatas jangan sampai terjadi di Minsel,’’tegas Runtuwene lagi.

Lanjut kata Runtuwene lagi, gisi penting sekali. Warga Sulut dan Minsel harus terus berperang dengan kasus Covid – 19 atau Virus Corona. Padahal, di Sulut khususnya Manado banyak turis China masuk. Tapi, saya bersyukur belum ada kasus tersebut di Sulut.

‘’Sekali lagi, apa yang disampaikan Kepala Dinas PPKBP3A Minsel Netty Meity Tumbuan, SPd, MSi bahwa kita harus rajin menjaga kebersihan. Terutama, rajin cuci tangan dan menggunakan sabun apapun. Kemudian, air bersih dan tentunya menjaga kesehatan,’’sebutnya.

Baca juga:  Diduga Belum Kantongi Izin Produksi, PT. Sumber Energi Jaya Mulai Melaksanakan Produksi

Kebersihan itu penting, ungkap Runtuwene bahwa kamar mandi/wc juga harus steril dari hal-hal yang tidak kita inginkan. ‘’Sampah rumah langsung dibuang, jangan biarkan dalam kotak sampah. Kalau sampah tetap ada, maka dipastikan ada kecoa, cicak dan bahkan semut yang masuk. Itu pasti tidak sehat. Menariknya, apa yang disebut Tumbuan, di Minsel baru 29 kampung KB dari 167 desa dan 10 kelurahan. Artinya, harus ditambah. Makanya, saya akan perjuangkan di pemerintah pusat melalui kementerian untuk menambah anggaran biar Minsel mendapat jatah kampung KB baru,’’pungkas wanita vocal dan selalu memperjuangkan hak rakyat kecil.

Hadir diantaranya, Wakil Ketua DPRD Minsel Paulman Stefanus Runtuwene, anggota DPRD Sulut Stela Runtuwene, anggota Fraksi NasDem DPRD Minsel, Kapolsek Amurang, Kepala Dinas PPKBP3A Minsel Netty M Tumbuan dan tokoh masyarakat serta warga Kelurahan Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Barat.  (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional