Jurani ‘Juara’ Rurubua

Greinny Sambur (Foto: dok IBC)

Oleh Greinny Sambur

PREDIKAT legislator terbaik dan paling berdedikasi 2019 disematkan Forum Pemantau Parlemen (FPP) Sulut kepada Jurani Rurubua. Saya menjadi bagian dalam penyematan predikat tersebut karena posisi saya sebagai bendahara dan pimpinan rapat untuk pemilihan wakil rakyat dengan kategori itu.

Bacaan Lainnya

Rapat berlangsung alot. Ada beberapa nama yang diusulkan. Sekretaris FPPS Jelly Wensi Siwi atau JWS membawa beberapa artikel atau klipingan soal kiprah para legislator di sejumlah daerah.

Argumentasi tersaji pada pertemuan yang dilangsungkan pada salah satu rumah kopi di Tondano. Perwakilan masing-masing kabupaten dan kota ingin predikat itu diberikan kepada legislator dari wilayah mereka.

Debat seru terjadi. Namun, tetap dalam suasana penuh kekeluargaan. Sebagai pimpinan sidang bersama JWS  dan Wakil Ketua Sony Undap karena sang ketua Alexander Mellese tak hadir, saya harus bijak. Tak boleh berpihak.

Saya kemudian mengusulkan agar tiap parameter diberi poin. Usulan diterima. Pimpinan dan anggota memberi poin di lima parameter atau kriteria utama yaitu kehadiran, keaktifan dalam rapat atau agenda turun lapangan, inovasi yang dilakukan, karya yang berdampak pada masyarakat dan kekritisan serta pemberitaan di media, baik cetak maupun elektronik.

Pada dua parameter pertama, poin masing-masing nominasi tak jauh beda. Harus diakui sejumlah wakil rakyat kita rajin  berkantor dan aktif saat rapat paripurna atau hearing dengan mitra terkait maupun dalam agenda turun lapangan.

Tapi di tiga parameter terakhir itu muncul satu nama yang sangat menonjol, Jurani Rurubua. JWS yang kebetulan sehari-hari beraktivitas di Manado ini yang memaparkan keunggulan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut. Pemaparan yang kemudian diterima dan menjadi pertimbangan utama semua peserta dalam memilih personil Komisi III DPRD Manado itu.

Baca juga:  Pilpres Digelar 2018, Jokowi Pasti Menang. 2019..?

Ya, Jurani punya inovasi yang tak dimiliki legislator lainnya.  Guna menjemput aspirasi, srikandi cantik itu mendirikan rumah aspirasi di dapilnya dan di DPRD Manado sendiri. Semua persoalan pembangunan atau keluhan serta aspirasi warga bisa disampaikan di rumah aspirasi tersebut.

Inovasi lainnya, Jurani menyampaikan pertanggungjawaban dana reses dan perjalanan dinas serta anggaran lainnya kepada publik secara terbuka. Tak ada yang ditutup-tutupi. Sangat jelas  jika Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Manado ingin melawan korupsi melalui pertanggungjawaban anggaran secara transparan.

Kunggulan Jurani berikutnya dalam karya yang berdampak pada masyarakat. Setelah terpilih, ia tetap mengunjungi warga secara rutin. Dari kunjungannya itu, Jurani tahu apa kesulitan warga, apa kebutuhan dan harapan mereka.

Sebagian aspirasi atau keluhan warga diteruskan ke eksekutif.  Lainya ia selesaikan sendiri. Misalnya mendistribukan air bersih ke masyarakat saat musim kemarau, membagikan ribuan karung beras dan minyak secara gratis da membantu pembangunan rumah ibadah.

Beberapa anak putus sekolah juga merasakan kehadirannya. Ia gelontorkan dana khusus kelanjutan sekolah mereka sampai selesai di jenjang perguruan tinggi.

Tak sampai di situ, Jurani mengeluarkan kocek ratusan juta buat down payment (DP) rumah 37 kepala keluarga (KK) yang kurang mampu. DP itu ia urus sendiri.

Hanya selang empat bulan, ia sudah menghabiskan kurang lebih Rp400 juta untuk membantu warga. Ini bukan soal nominal dana yang dikeluarkan. Namun, soal komitmen seorang wakil rakyat setelah terpilih.

Biasanya politisi mengeluarkan dana besar saat atau jelang pemilihan.  Begitu terpilih, dananya dibatasi atau bahkan sama sekali tak dianggarkan. Jurani sebaliknya. Di awal ia tidak jor-joran. Ia tak mau masyarakat memilih karena uang atau pemberian sesuatu.

Baca juga:  Catatan Bola Maurits Mantiri Pentas Tanpa Batas 

Tapi setelah duduk, ia memperlihatkan kesungguhannya sebagai wakil rakyat. Karya dan bantuannya itu dirasakan benar oleh warga kurang mampu.

Sementara untuk pemberitaan media, FPPS merasa terbantu dengan kontribusi banyak rekan wartawan baik cetak maupun elektronik. Dari pemberitaan itu, Jurani juga menonjol. Ia aktif menyampaikan gagasannya untuk kemajuan daerah,  mengkritisi kebijakan pemerintah yang tak memberi nilai tambah bagi masyarakat dan pandai membangun jejaring dengan pekerja pers.

Maka sepakatlah semua peserta rapat FPPS untuk menyematkan predikat legislator teladan dan paling berdedikasi 2019 se-Sulut untuk Jurani. Penghargaan tersebut ditindaklanjuti dengan pemberiaan piagam kepada istri seorang perwira Polri itu akhir Desember 2019 di Manado.

Jurani wakil rakyat teladan 2019. Dia sang juara. Dia juara dalam kekaryaan, juara dalam mengawal aspirasi dan memberdayakan masyarakat, juara dalam pertanggungjawaban anggaran negara secara transparan.

Beberapa bulan setelah pemberian penghargaan tersebut, Jurani tetap menunjukkan komitmennya sebagai wakil rakyat. Saya jarang bertemu. Pun tak pernah bersapa melalui telepon atau media sosial.

Tapi, saya terus mengamati kiprahnya. Tak ada yang berubah darinya. Bahkan semangatnya untuk berkarya bagi orang banyak makin tinggi.

“Suatu kebahagian dalam hidup jika karena perbuatan atau karya kita orang lain terbantu,” begitu yang disampaikannya. Saat tulisan ini pun saya buat, saya pantau di media sosial jika ia sedang memesan kurang lebih 5.000 masker yang nantinya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.  Sist Jurani saya bangga padamu. Teruslah berkarya untuk kemajuan kotamu dan kesejahteraan banyak orang. (Penulis adalah Bendahara FPPS/Pemimpin Redaksi Megamanado.Com)

Pos terkait