Menu

Darurat Corona, Karyawan PT MSM-PT TTN Terpantau LSM Masih Keluar-Masuk Wilayah Pertambangan

  Dibaca : 511 kali
Darurat Corona, Karyawan PT MSM-PT TTN Terpantau LSM Masih Keluar-Masuk Wilayah Pertambangan
Karyawan PT MSM bersiap pulang (Foto: ist)

indoBRITA, Manado-Tak semua perusahaan meliburkan karyawannya di tengah wabah merebaknya virus corona. Salah satu perusahaan yang tetap mempekerjakan karyawannya adalah PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Jaya Nusantara (TTN).

Perusahaan tambang emas terbesar di Sulut itu terkesan mengabaikan imbauan atau edaran pemerintah untuk tidak beraktivitas melibatkan banyak orang atau berdiam di rumah dulu.  Imbauan itu sebagai upaya menangkal wabah virus korona.

Karyawan PT MSM/PT TTN di bus jemputan yang disediakan (Foto: ist)

Sejumlah aktivis LSM mengaku ikut memantau aktivitas di wilayah pertambangan PT PSM tersebut. “Banyak karyawan yang keluar masuk wilayah pertambangan. Mereka menggunakan seragam PT MSM/PT TTN,” ujar Michael Boroni, Ketua Forum Pemuda Peduli Sulut (FPPS) kepada wartawan di Manado, Kamis (26/3/2020).

Baca juga:  Ikut Instruksi Presiden, Begini Pemprov Sulut Tangani Pandemi Covid-19

Pria yang akrab disapa Mike itu kemudian memperlihatkan gambar sejumlah karyawan yang bersiap naik bus yang disiapkan PT MSM.  “Ini foto kemarin sore (Rabu, red). Jumlah karyawan mereka banyak,” ucap Mike.

Setiap hari puluhan kendaraan disiapkan untuk mengantar dan menjemput para karyawan tersebut. “Mereka antri tidak berjarak. Menurut saya ini membahayakan,” ungkapnya.

Joyke Oroh dari Gerakan Cinta Sulut (GCS) juga punya data sama. “Warga sekitar tambang yang menyampaikan soal masih adanya aktivitas ratusan atau ribuan karyawan PT MSM. Setelah kami cek ternyata benar,” ujar Ketua GCS ini.

Baca juga:  Dirut Pembinaan Narapidana Apresiasi Pemasaran Minyak Goreng ‘Toronata’ Produk LP Amurang

Mike dan Joyke menilai perusahaan milik salah satu taipan bisnis Indonesia itu hanya memikirkan income, tanpa memperhitungkan kesehatan karyawannya. “Virus Corona itu menyebar cepat. Itu sebabnya pemerintah mengeluarkan edaran agar  warga berdiam di rumah dulu. Tapi, PT MSM mengabaikan edaran tersebut,” kata Joyke yang dibenarkan Mike.

Keduanya meminta Gubernur Sulut untuk memerhatikan soal itu. “Pemerintah perlu ke sana dan jika bisa meliburkan ribuan karyawan PT MSM. Jangan dulu ada aktivitas sampai wabah Covid-19 terhenti,” ujar Mike.

Sayang sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari PT MSM. Inyo Rumondor selaku humas PT MSM tak bisa dihubungi. Nomor WA yang biasa ia gunakan dalam keadaan tidak aktif

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional