Menu

Apresiasi Kebijakan Jokowi, Pengusaha Muda Ini Harap Bantuan untuk Masyarakat Tidak Terhambat Birokrasi

  Dibaca : 401 kali
Apresiasi Kebijakan Jokowi, Pengusaha Muda Ini Harap Bantuan untuk Masyarakat Tidak Terhambat Birokrasi
Jimrif Yonas (Foto: GS/MMC)

indoBRITA, Langowan-Pemerhati sosial dan ekonomi, Jimrif Yonas mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo menyiapkan Rp110 triliun untuk bantuan sosial bagi masyarakat terdampak corona virus atau covid-19. Bantuan sosial yang digelontorkan itu antara lain adalah program keluarga harapan, kartu sembako dan subsidi listrik.

“Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. Pembatasan berbagai macam kegiatan sejak beberapa waktu lalu sudah mulai terasa dampak ekonominya, terutama bagi masyarakat di lapisan terbawah. Perlu ada bantuan nyata dari pemerintah,” ujar pengusaha muda ini kepada wartawan di Langowan, Rabu (8/4/2020).

Jim berharap pemberian bantuan tersebut tepat guna dan tepat sasaran. “Pendataan harus dilaksanakan secara akurat. Jangan sampai ada warga yang membutuhkan, tapi tidak terdaftar. Jenis bantuan harus sesuai dengan kebutuhan tiap individu yang berbeda-beda,” ucapnya.

Selain tepat guna dan tepat sasaran, Jim juga menekankan pentingnya bantuan tersebut disalurkan tepat waktu.

Baca juga:  Staf Ahli Jaksa Agung RI Dianugerahkan Gelar Adat Minahasa Tonaas Gumi'Iroth Um Banua

“Kita disini berpacu dengan waktu. Bantuan tersebut sangat urgen untuk segera sampai di tangan yang membutuhkan.  Karena itu esensial bagi mereka untuk melanjutkan kehidupannya. Banyak yang bergantung dengan upah harian dan sekarang tidak punya penghasilan lagi,” jelasnya.

Dia berharap semua warga yang terdampak covid-19 bisa terbantu. “Penyaluran bantuan tanpa membedakan masyarakat, kecuali bagi mereka yang penghasilannya di atas,” ungkapnya.

Pengusaha asal Langowan ini juga berharap tak ada kendala dalam pendistribusian bantuan tersebut. “Jangan sampai masalah birokrasi menjadi penghambat. Sebaiknya langsung sampai ke tangan masyarakat karena ini menyangkut kelangsunan hidup warga tak mampu,” katanya.

Jim pun menganjurkan agar program pengembangan kapasitas ekonomi seperti pembangunan infrastruktur sebaiknya ditunda dulu. Dia meminta pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat seperti BLT.

Baca juga:  Terkait Covid-19, Ini Arahan Gubernur Olly kepada Bupati dan Walikota

“BLT khusus disertai beberapa program bantuan sosial yang sudah ada atau berjalan (seperti PKH dan BPNT) diharapkan dapat menopang sektor konsumsi sebagai sektor yang memiliki kontribusi yang sangat signifikan (55-56%) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan kepada segenap pihak agar tidak memanfaatkan kesempatan dalam situasi bencana non alam saat ini terkait mewabahnya virus corona. “Mari saling bergandengan tangan melawan covid-19,” imbuhnya.

 

Seperti diketahui, pemerintah sejak covid-19 menggila menyarankan warga untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Seluruh kegiatan sosial yang menimbulkan keramaian dilarang.

Namun kebijakan itu tentunya berimbas pada beberapa kelompok masyarakat. Apalagi bagi mereka yang bekerja dengan penghasilan harian. Pemerintah memahami kondisi tersebut. Itulah sebabnya menggelontorkan ratusan triliun untuk bantuan sosial dan ekonomi warga yang terdampak covid-19. (hng/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional