Situasi Sulit, Mandor Buruh Pelabuhan Bitung Ini Sambangi Anak Buahnya Berbagi Bahan Pokok

  • Whatsapp
Novri Suawa (Baju Putih Strip Hijau) Kepela Unit 33 TKBM Bitung saat membagikan Bahan pokok bagi para buruh anggotanya.(foto Ist)

indoBRITA, Bitung- Penerapan Social Distancing oleh Pemerintah akibat pandemi Covid-19 menyebabkan seluruh pekerja di sektor informal mengalami kesulitan. Tak terkecuali para buruh di Pelabuhan Bitung yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Bitung.

Menyadari situasi sulit ini, Novri Suawa salah satu pengurus TKBM Bitung yang juga mandor buruh Unit 33 tergerak menyambangi para buruh di bawah unitnya masing-masing di rumah mereka sekaligus memberikan bantuan bahan pokok berupa beras, telur dan mie instan, Rabu (15/4/2020).

Bacaan Lainnya

Jumlah anggota TKBM unit 33 sendiri mencapai 123 orang, olehnya pembagian Bahan Pokok ini memakan waktu sedikit panjang, dimulai dari Kelurahan Pinangunian, Kelurahan Bitung Timur kompleks Sari Kelapa hingga ke Kelurahan Bitung Barat Satu kompleks Taman Kesatuan Bangsa pusat kota.

Baca juga:  Wagub Lantik Rawung Sebagai Ketua PMI Kota Bitung

Bukan hanya itu, Novry Suawa juga membawa istri dan anak sulungnya serta seorang anggota TKBM yang bertugas mencatat untuk ikut berbagi dengan para kru di Pelabuhan Bitung ini.

Novri Suawa yang awalnya enggan disoroti kamera  karena bantuan ini menurutnya tidak harus digembar-gemborkan, akhirnya menjelaskan, bantuan ini diberikan khusus  bagi buruh di unitnya, namun ada juga beberapa warga yang kebetulan melintas dan diberikan.

“Karena jumlah anggota saya ada banyak sehingga bantuan ini diberikan sampai besok, Selain itu akan diberikan juga pada keluarga-keluarga dekat kami,” cetusnya.

Baca juga:  Polres Minahasa Amankan Tiga ‘Spesialis’ Pencurian Tabung LPG

Sementara itu, Stefny Naungmapia, istri tercinta Novri Suawa mengaku kendati keluarganya juga tidak sangat berlebihan namun setidaknya mereka sudah berbuat lebih meringankan beban para buruh di pelabuhan Bitung.

Stenly Raranta (42) Warga Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa yang merupakan salah satu buruh pelabuhan yang dikoordinir oleh Suawa mengaku bantuan ini sangat membantu mereka.

“Kapal-kapal penumpang sekarang kan jarang, hanya sebulan sekali, situasi ini serba sulit,” ujarnya Raranta dengan dialek khas Melayu Manado.

Selain itu, Raranta juga mengaku berterima kasih pada mandornya atas kepedulian pada para anak buahnya.

“Kalau beliau (Novri, red) memang sering membantu jika ada anggotanya yang kesulitan,” tutupnya.(yet)

Pos terkait