Menu

Kadis Pariwisata Sulut Vidcon dengan Menparekraf, Berikut Langkah Strategis untuk Atasi Covid-19

  Dibaca : 275 kali
Kadis Pariwisata Sulut Vidcon dengan Menparekraf, Berikut Langkah Strategis untuk Atasi Covid-19

indoBRITA, Manado – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menerapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi dampak wabah Virus Corona atau Covid-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, menjelaskan pihaknya menyiapkan tiga tahapan untuk merespons dampak Covid-19 yaitu tanggap darurat, pemulihan dan normalisasi.

“Di tahap tanggap darurat ini kami memberikan support kepada tenaga kesehatan untuk menyiapkan akomodasi, makanan, hingga transportasi. Karena tenaga kesehatan saat ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus Covid-19 agar tidak meluas,” kata Wishnutama dalam kesempatan melakukan Komunikasi Daring lewat Video Conference (Vidcon) dengan sejumlah kepala dinas pariwisata di Indonesia, Kamis (16/4/2020).

Menteri Wishnutama, yang didampingi Wakil Menteri Angela Tanusoedibyo, Sekretaris Menteri Ni Wayan Giri Adnyani, serta pejabat eselon I Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif  RI mengajak para kepala Dinas Pariwisata Daerah 5 Destinasi Super Prioritas serta provinsi yang banyak dikunjungi Turis Mancanegara dan Wisatawan Nusantara, agar pemerintah daerah membuat rencana Mitigasi dampak Corona bagi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Yang juga turut diikuti Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Henry RW Kaitjily.

Wishnutama juga menjelaskan pada tahap kedua yaitu pemulihan. Pihaknya akan melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk mengindentifikasi dampak secara detail akibat wabah Covid-19.

Selanjutnya memberi dukungan kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dari sisi ketenagakerjaan, utilitas, keringanan retribusi, relaksasi pinjaman, pemanfaatan kartu pra kerja, hingga pelatihan online untuk SDM.

Terakhir, lanjut dia, adalah tahap normalisasi yakni melakukan promosi kembali baik di dalam maupun luar negeri, hingga menyiapkan insentif untuk industri pariwisata sekaligus pelaku ekonomi kreatif.

“Yang harus kita pelajari nantinya adalah bagaimana psikologis para traveler yang berbeda-beda. Ada yang trauma dengan wabah Covid-19 ini. Ada juga pandangan traveler karena terlalu lama di rumah sudah ingin cepat-cepat keluar untuk berwisata. Kita ingin psikologi dan pandangan traveler yang seperti ini yang berkembang,” katanya.

Kemenparekraf juga saat ini telah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website untuk melaporkan kondisi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dikesempatan berdialog dengan para Kadis Pariwisata se Indonesia, oleh Menteri Wishnutama Kusubandiono, menegaskan bahwa stimulus penting, tapi konteks pariwisata banyak berkutat dengan aspek Hospitality. Untuk itu Kemenpar Ekraf RI, lagi mengkaji dan merumuskan untuk memberi insentif bagi  pelaku usaha dan industri Pariwisata-Ekonomi Kreatif semisal Relaksasi di bidang Perpajakan oleh Industri Keuangan Bank(IKB), untuk para Debitur Industri Pariwisata. Kemudian Relaksasi dan Refleksi Kebijakan oleh Pemerintah Daerah bagi Wajib Pajak di Sektor Usaha Pariwisata, juga relaksasi Tarif Listrik/Air, termasuk Penghapusan BPJS Ketenaga Kerjaan hingga 3 Bulan setelah masa tanggap darurat berakhir.(sco)

Baca juga:  Dua Gadis Langowan Terhipnotis Panorama di Tomohon
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional