Menu

Tokoh Pejuang Pemekaran Minsel Berharap Anggota DPRD Kritis Karena Pemerintah tak Pro Rakyat !

  Dibaca : 81 kali
Tokoh Pejuang Pemekaran Minsel Berharap Anggota DPRD Kritis Karena Pemerintah tak Pro Rakyat !
Tokoh Pejuang Pemekaran Minsel Berharap Anggota DPRD Kritis Karena Pemerintah tak Pro Rakyat !

indoBRITA, Amurang – Drs Inyo Koloay, MBA, tokoh pejuang pemekaran Minahasa Selatan mengaku sedih dengan keberadaan Minsel saat ini. Pasalnya, pemekaran Minsel tahun 2003 (17 tahun) silam dilakukan bersama pejuang-pejuang lainnya. Bahkan, banyak pejuang yang sudah mendahuluinya, namun ternyata harapannya pemerintah justru tidak pro rakyat. Akibatnya, ada beberapa anggota DPRD Minsel yang kritis setelah melihat apa yang terjadi di Minsel.

‘’Terima kasih buat pejuang Minsel lainnya, yang hingga kini tetap eksis dengan Minsel. Walau diakuinya, pemekaran Minsel dari Minahasa masih banyak harapan yang belum ditindaklanjuti oleh pemerintah. Olehnya, wujud dari kecintaannya terhadap Minahasa Selatan. Maka, saya katakan kalau kita jangan menyerah dengan apa yang terjadi,’’kata om Inyo-sapa mantan petinggi Puskud Sulut ini.

Lanjutnya, diusia 72 tahun yang dirayakan bersama anak-anak di Desa Pakuweru belum lama, berharap Minsel masih bisa terjadi perubahan lebih baik lagi. ‘’Jangan ada kepentingan sesaat terjadi di Minsel. Kita ketahui bersama, Pilkada 2020 walau diundur 9 Desember dari 23 September tetap akan dilaksanakan. Jadi, pesannya pemerintah Minsel jangan serakah dengan rakyat,’’jelasnya.

Baca juga:  Syukuran Hari Bhayangkara ke-73 Polres Minsel Meriah

Pandemic Covid 19 tentunya membuat kita sadar, harus membantu rakyat karena terdampak virus Corona atau lainnya. Maka dari itu, saatnya anggota DPRD Minsel ‘kritis’ dengan maksud membela rakyat bersama-sama.

‘’Bahwa, tujuan pemekaran Minsel tahun 2003 adalah untuk memakmurkan atau mensejahterakan rakyat. Kiranya, hal diatas akan menjadi titik tolak pemerintahan Minsel saat mengemban tugasnya. Jangan justru menjadikan warga sebagai objek atau pelengkap penderita. Apalagi dengan situasi sekarang pasca mewabahnya Covid 19 di Minsel dan Indonesia. Dimana, kebutuhan hidup warga dipastikan ada,’’ungkap ayah dari anggota DPRD Minsel Jaclyn Ivana Koloay, SH.

Om Inyo menegaskan lagi, pemerintah Minsel dalam setiap pengambil kebijakan dan perencanaan benar-benar memperhatikan kepentingan rakyat. Jangan justru membuat proyek tanpa manfaat dan justru menghambur-hamburkan uang rakyat.

‘’Fakta, didapati banyak proyek tanpa manfaat di Minsel akhir-akhir ini. Ada Destilasi Air Laut, Green House dan Bibit Gaharu serta banyak lagi. Menurut om Inyo, kalau anggaran diatas diarahkan bagi peningkatan ekonomi rakyat, maka percepatan kesejahteraan jelas terwujud. Namun demikian, justru banyak terjadi ‘permainan’ antara pemerintah dan pihak ketiga dalam mengolah proyek-proyek diatas. Lantas, siapa yang bertanggungjawab dengan kasus-kasus tersebut,’’tanya Koloay garang.

Baca juga:  Pasien Positif Covid-19 warga Minsel Meninggal Dunia

Sebagai Ketua PPPKMS yang juga tokoh pejuang Minsel merasa telah terjadi pengingkaran marwah dengan tujuan pemekaran Minsel. ‘’17 tahun Minsel, rasanya berbeda dengan daerah lain yang sama-sama dimekarkan tahun 2003. Sedangkan Minsel, belum terlihat apa yang dibanggakan rakyat melalui pemerintah saat ini. Olehnya, harapannya 30 anggota DPRD Minsel lebih lantang untuk bersuara membela kepentingan rakyat. Soal Jaclyn Ivana Koloay (Jacko) putri ketiganya juga kritis memperjuangkan aspirasi rakyat, itu karena Jacko mampu memperjuangkan hak rakyat. Teruskan anakku demi Minsel lebih baik,’’ucap om Inyo. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional